Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ambisi Eropa Runtuh, China Kuasai 70 Persen Pasar Baterai Global
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Ambisi Eropa untuk menjadi pemain utama dalam industri baterai global kini menghadapi kenyataan pahit yang tak terelakkan. Sejumlah perusahaan besar yang digadang-gadang menjadi pilar industri, seperti Northvolt, Cellforce, dan ACC, dilaporkan telah berhenti beroperasi.

Runtuhnya perusahaan-perusahaan tersebut menandai kegagalan strategi benua biru untuk menyaingi dominasi manufaktur dari Asia. Realitas pasar yang brutal telah menghantam produsen lokal di sana dengan sangat keras, memaksa mereka keluar dari persaingan.

Data terbaru menunjukkan fakta mengejutkan bahwa produsen asal China kini menguasai hampir 70 persen instalasi baterai lithium global. Angka statistik ini mencerminkan kesenjangan yang sangat besar dan sulit dikejar dalam rantai pasokan energi dunia.

Dominasi ini dipimpin oleh raksasa teknologi CATL yang mencatatkan pangsa pasar sebesar 39,2 persen secara mandiri. Penguasaan pasar yang begitu masif membuat posisi China semakin tak tergoyahkan dalam ekosistem kendaraan listrik.

Ketergantungan pada pasokan baterai yang stabil sangat krusial bagi industri otomotif, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik. Sebelumnya, gangguan rantai pasok pernah membuat Tesla Stop Produksi mobil mereka untuk sementara waktu.

Kegagalan entitas Eropa seperti Northvolt menjadi peringatan keras bagi negara lain yang ingin membangun kemandirian energi. Tanpa skala ekonomi dan rantai pasok yang efisien, sulit bagi pemain baru untuk bertahan di tengah gempuran produk impor.

Sementara Eropa mundur, produsen China justru semakin agresif memperluas jangkauan mereka ke berbagai negara berkembang. Strategi kemitraan strategis terus dilakukan, seperti langkah Neta Jalin Kerjasama dengan penyedia lokal di Indonesia.

Inovasi teknologi baterai dari Asia juga terus berkembang pesat, mulai dari kapasitas hingga efisiensi pengisian daya. Bahkan di sektor seluler, produsen berlomba menghadirkan perangkat dengan Baterai 10000mAh yang tahan lama.

Namun, dominasi pasar dan percepatan produksi massal ini juga harus diimbangi dengan standar keamanan yang ketat. Insiden seperti Power Bank Meledak di bandara menjadi pengingat akan risiko baterai lithium.

Kondisi pasar saat ini menempatkan Eropa dalam posisi yang sangat rentan terhadap monopoli pasokan dari satu negara. Jika tidak ada terobosan baru, industri otomotif Eropa akan terus bergantung penuh pada impor komponen vital ini.

Masa depan industri baterai tampaknya akan tetap berpusat di Asia untuk waktu yang cukup lama. Dengan pangsa pasar hampir 70 persen, China telah menetapkan standar baru yang sangat tinggi bagi kompetitor global lainnya.

SHARE:

Aliansi Semikonduktor Jepang-Taiwan-India dan Ekspansi Raksasa Teknologi di Asia Selatan

Nvidia dan Raksasa Telekomunikasi Bersatu di MWC Dorong Jaringan AI