Technologue.id, Jakarta – Talenta digital Indonesia semakin banyak muncul ke permukaan. Kreativitas telenta digital Tanah Air pun sudah semain beragam bahkan tak sedikit yang memasuki ranah aplikasi mobile untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Memasuki tahun ke-10 pergelaran ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC), diwarnai dengan Hackathon IWIC 10 atau pembuatan aplikasi mobile secara marathon selama 24 jam yang bertempat di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong.

Sebanyak 71 tim menjadi peserta pada kompetisi ini dari berbagai kota antara lain Jabotabek, Bandung, Jambi, Padang, Pontianak, Probolinggo, Jogja, Semarang, Wonosobo, Manado dan Solo. Setiap tim berisi 2 sampai 3 orang yang terdiri dari para developer muda, start-up lokal, dan pelajar/mahasiswa.

“Hackathon merupakan rangkaian IWIC 10 yang bertujuan untuk mencari aplikasi mobile yang membawa manfaat dan kemudahan bagi orang banyak. Dalam 24 jam, kita dapat melihat bahwa potensi generasi muda Indonesia sangat besar untuk dapat bersaing dengan dunia global,” kata Thomas Purnawan Suhardja, Group Head Culture Transformation Indosat Ooredoo.

Proses pembuatan aplikasi itu dibantu Indosat Ooredoo dengan memberikan fasiltas bagi para peserta. Fasilitas yang bisa dinikmati peserta berupa makanan, minuman, tempat istirahat, sudut hiburan serta medikal dan ambulance yang siap selama 24 jam.

Para peserta dituntun berkompetisi untuk memperebutkan hadiah berupa uang tunai, saldo Dompetku, dan voucher Cipika dengan total puluhan juta rupiah. Karya-karya yang tercipta pada Hackathon juga akan secara otomatis terdaftar di IWIC 10.

Beberapa aplikasi menjadi peringkat terbaik 1, 2, dan 3 pada Hackathon IWIC 10 ini. Kriteria penilaian meliputi uniqueness, originality, monetization, utility, dan readiness. Peringkat Terbaik 1 diraih oleh Aplikasi Pegihaji, Peringkat Terbaik 2 adalah Aplikasi Colornesia, dan Peringkat Terbaik 3 adalah Aplikasi Cuci-cuci.

Pada penyelenggaraan tahun ke-10 ini, IWIC Go Global untuk mensejajarkan talenta digital Indonesia dengan pemain internasional melalui kompetisi penciptaan ide dan aplikasi bertemakan #ChangetheWorld. Tema ini digunakan seiring dengan banyaknya aplikasi mobile yang diciptakan untuk memudahkan hidup masyarakat banyak.

“Melalui IWIC 10 yang juga terbuka untuk peserta dari luar negeri, kami juga ingin membawa karya anak bangsa untuk siap bersaing di kancah internasional. Sehingga di kemudian hari Indonesia tidak hanya menjadi negara pengguna, namun juga pembuat aplikasi mobile yang bisa dinikmati oleh semua orang di dunia,” ujar Thomas.

Baca juga :
GURU INDONESIA MENGAJAR DI PERBATASAN IKUTAN KAMPANYE #INTERNETBAIK
DOMESTICLOUD, STARTUP PENYEDIA KOMPUTASI AWAN TERBARU BAGI UKM DAN BISNIS
INDONESIANCLOUD KANTONGI SERTIFIKASI KHUSUS RED HAT