Arti Indonesia bagi Grab

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Walau sudah melebarkan sayapnya ke enam negara di Asia Tenggara, hubungan Grab dengan Indonesia boleh dibilang lebih erat ketimbang lima negara lain, bahkan melebihi negara asalnya, yaitu Malaysia. Terbukti, saat startup kelahiran 2012 itu melaporkan perkembangan bisnis per enam bulannya, mereka membeberkan beberapa fakta yang menjadi bukti betapa masyarakat Tanah Air begitu meminati layanan yang mereka sediakan.

Dalam paparan bisnisnya di semester pertama 2016, Grab mengakui bahwa Indonesia adalah pasar terbesar mereka, tepatnya jika dilihat dari volume order yang berhasil mereka selesaikan di seluruh platform. Menariknya, capaian Grab ini baru didapat dari memfokuskan bisnis di Jakarta saja. Ya di ibu kota, kompetitor Go-Jek itu memang menyediakan layanannya lebih lengkap daripada kota lain seperti Surabaya atau Bandung, mulai dari GrabTaxi, GrabCar, GrabBike, sampai GrabExpress.

Dari sejumlah layanan Grab yang bisa dinikmati masyarakat itu, ojek online mereka bisa dibilang sebagai ujung tombaknya. Pertumbuhan GrabBike diklaim tumbuh 300 persen dibanding tahun lalu. Padahal dalam waktu bersamaan, Grab telah mengurangi subsidi untuk tiap order sebesar 50 persen.

Sementara saat torehan GrabBike dan GrabCar digabungkan sejak pertengahan 2015, pertumbuhan mereka sudah 250 kali lebih tinggi. “Kini, layanan penyewaan mobil pribadi dan ojek online menjadi bagian besar dari bisnis Grab secara keseluruhan, yang juga meliputi pemesanan taksi dan layanan kurir,” terang Grab dalam siaran pers yang diterima Technologue.id.

Sejauh ini, layanan Grab bisa dinikmati di 30 kota dalam enam negara di ASEAN. Mereka turut mengklaim sudah bermitra dengan 320 ribu lebih driver.

 

Baca juga:

INI TEMUAN GRAB TERKAIT KASUS PELECEHAN PADA PENUMPANGNYA

LOKET.COM INGIN MASYARAKAT BELI TIKET ONLINE

PASCA PELUNCURANNYA, #FAME HAMPIR MERAIH 100 RIBU KONTEN KREATOR

- Advertisement -

Latest News

Related Stories