BlackBerry Akhirnya Kibarkan Bendera Putih, Ada Apa?

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Secara resmi, BlackBerry telah menarik diri dari bisnis produksi smartphone. Langkah ini diungkap langsung oleh sang CEO, John Chen, dalam laporan fiskal Q2 2017-nya.

“Kami berencana untuk mengakhiri semua pengembangan hardware internal dan akan mendelegasikan fungsi ini ke mitra kami,” terang Chen. “Langkah ini bakal mengurangi pengeluaran kami dan meningkatkan pengembalian modal yang telah diinvestasikan.”

Sebagai gantinya, perusahaan asal Kanada itu akan fokus menggarap sektor software, utamanya aplikasi dan keamanan. Alasannya, masih menurut Chen, revenue sektor ini terpantau meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Terlebih, Juni lalu, BlackBerry telah menandatangani kerja sama dengan perusahaan terkemuka asal Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (Emtek). Dalam kerja sama ini, Emtek berhak menggunakan brand BBM, properti intelektual. dan lisensi teknologi BlackBerry selama 6 tahun dengan menyerahkan mahar sebesar  Rp 2,73 triliun. Dari satu contoh ini, sektor software BlackBerry memang lebih menjanjikan ketimbang divisi smartphone-nya.

Sebelumnya, BlackBerry juga telah menyerah untuk membuat sistem operasi sendiri. Kini, mereka lebih memilih untuk menggunakan OS Google, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Android. Pasalnya, pangsa pasar iOS dan Android saat ini kalau digabungkan sudah mencapai 99 persen. Sisanya diperebutkan oleh BlackBerry OS, Windows Phone, dan segelintir OS minor lain.

 

Baca juga:

INI PONSEL TERAMAN BARU DARI BLACKBERRY, BERAPA HARGANYA?

SAMSUNG GANDENG BLACKBERRY BIKIN TABLET SUPER AMAN

ANDROID TERUS LINDAS WINDOWS, BLACKBERRY, BAHKAN IOS

- Advertisement -

Latest News

Related Stories