Technologue.id, Jakarta – Pengawas privasi Eropa telah memberi peringatan kepada WhatsApp untuk hentikan berbagi data dengan Facebook. Eropa juga memperingatkan Yahoo atas pelanggaran data karena membocorkan data email pengguna kepada badan intelijen Amerika Serikat.

Salah satu peringatan Uni Eropa kepada Whatsapp ini termasuk perubahan dalam kebijakan privasi pertamanya. Semenjak Whatsapp diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2014, layanan pesan yang tengah populer ini menjadikan Whatsapp dapat berbagi nomor telepon penggunanya kepada Facebook.

Dilansir Reuters, pengawasan Antitrust Italia, telah mengumumkan penyelidikan secara terpisah, merencanakan apakah para pengguna Whatsapp menyetujui untuk berbagi data pribadi dengan Facebook. Hal ini, memicu badan perlindungan hukum Uni Eropa dalam perlindungan data.

Selain itu, Jerman juga turut melayangkan peringatan agar Facebook segera berhenti dan menghapus mengumpulkan data pengguna sampai perlindungan hukum yang tepat dapat terjamin. Badan independen dalam 28 otoritas perlindungan data di Uni Eropa, telah tergabung dan dikenal dengan Article 29 Working Party.

- Advertisement -

Kemudian, Article 29 Woring party (WP29) terus menangani keseriusannya dalam masalah persoalan yang dibuat oleh Whatsapp dan Facebook, dan segera mungkin memberikan informasi tersangkut Working Party.  Otoritas perlindungan Uni Eropa yang biasa disebut WP29, mengatakan keprihatinannya mengenai informasi kebijakan yang telah diperbarui Whatsapp saat ini.

Seorang juru bicara WhatsApp sempat angkat bicara dan mengatakan, “Kami sudah memiliki percakapan yang konstruktif, termasuk sebelum perubahan kebijakan kami. Dan kami tetap berkomitmen untuk menghormati hukum yang berlaku.”