Jakarta - Technologue.id Google Photos secara resmi mulai menghapus beberapa pintasan pengeditan berbasis gestur di aplikasi Android. Interaksi intuitif ini sebelumnya memungkinkan akses cepat ke alat Kecerdasan Buatan (AI). Fitur tersebut kini digantikan oleh pengalaman menu yang lebih standar.
Hingga baru-baru ini, Google Photos menawarkan serangkaian gestur yang membuat pengeditan terasa lancar. Pengguna dapat berinteraksi dengan gambar menggunakan tiga gerakan utama. Ketukan pada objek tertentu akan memicu alat Move untuk memposisikan ulang elemen.
Mengelilingi area dengan jari akan mengaktifkan alat Erase untuk menghapus objek yang tidak diinginkan. Coretan di bagian tertentu akan membuka fitur Reimagine yang menggunakan AI generatif. Bagi pengguna mahir, pintasan ini melewati menu tradisional.
Gestur tersebut menawarkan pengalaman taktil mirip menggunakan stylus digital. Dengan menghilangkan kebutuhan navigasi antar lapisan antarmuka, gestur memberikan respons kontekstual yang langsung. Proses kreatif menjadi lebih cepat dan intuitif bagi yang terbiasa.
Keputusan penghapusan ini berasal dari tujuan Google untuk menyatukan pengalaman pengguna. Perusahaan juga ingin mencegah pengeditan yang tidak disengaja. Menurut laporan dari 9to5Google, gestur ini sering "tidak terlihat" bagi rata-rata pengguna.
Banyak pengguna tidak pernah menemukan fitur tersembunyi tersebut. Sebaliknya, mereka yang tidak tahu justru sering memicunya secara tidak sengaja. Hal ini menyebabkan perubahan pada foto yang tidak diharapkan dan menimbulkan frustrasi.
Dengan memusatkan fungsi-fungsi ini, Google bertujuan menyediakan antarmuka yang konsisten. Antarmuka baru diharapkan berperilaku lebih dapat diprediksi untuk semua pengguna. Tingkat kemahiran teknis pengguna tidak lagi menjadi kendala.
Baca Juga:
Penting untuk dicatat bahwa alat Move, Erase, dan Reimagine sendiri tidak dihapus. Fitur-fitur tersebut tetap berfungsi penuh di dalam Google Photos. Namun, aksesnya kini harus melalui menu pengeditan tradisional atau fitur pencarian dalam aplikasi.
Perubahan ini menambah langkah ekstra bagi mereka yang terbiasa dengan metode gestur cepat. Teknologi AI yang mendasarinya tetap menjadi bagian inti dari layanan. Pergeseran ini mencerminkan tren industri yang lebih luas.
Industri kini bergerak menuju navigasi berbasis menu dengan visibilitas tinggi. Tujuannya adalah memastikan aksesibilitas dan mengurangi kesalahan pengguna. Beragam perangkat keras yang digunakan juga menjadi pertimbangan utama.
Google terus mengembangkan fitur AI baru untuk platform fotonya. Baru-baru ini, perusahaan juga meluncurkan generator meme berbasis AI. Integrasi dengan asisten AI seperti Gemini Live juga semakin diperkuat.
Perubahan antarmuka ini mungkin hanya salah satu penyesuaian dari banyak pembaruan. Fokus Google tampaknya pada penyederhanaan dan konsistensi untuk audiens yang lebih luas. Pengguna yang sudah mahir mungkin perlu sedikit waktu untuk beradaptasi.