Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Mercedes-Benz EQB Ditarik Global, Risiko Kebakaran Baterai Jadi Sorotan
SHARE:

Bayangkan Anda baru saja membawa pulang mobil listrik impian, simbol komitmen terhadap teknologi ramah lingkungan dan masa depan. Lalu, dalam sekejap, aset bernilai ratusan juta rupiah itu berubah menjadi potensi bahaya yang disarankan untuk diparkir jauh dari rumah dan kendaraan lain. Itulah realitas pahit yang dihadapi oleh 12.236 pemilik Mercedes-Benz EQB di Amerika Serikat, menyusul keputusan recall atau penarikan resmi oleh pabrikan asal Jerman itu. Recall ini bukan sekadar perbaikan software ringan, melainkan penggantian total baterai tegangan tinggi—jantung dari setiap kendaraan listrik—karena dinilai berisiko menyebabkan korsleting dan kebakaran.

Insiden ini mencoreng catatan keamanan Mercedes-Benz di era elektrifikasi dan sekaligus menjadi pengingat keras bagi seluruh industri otomotif. Transisi menuju mobilitas listrik tidak hanya tentang jarak tempuh dan kecepatan pengisian daya, tetapi juga tentang keandalan dan keamanan absolut dari komponen paling kritis: baterai. Kasus EQB ini mengungkap kerentanan yang bisa muncul dari rantai pasokan yang kompleks dan bagaimana sebuah varian produksi awal bisa membawa cacat laten yang baru terungkap belakangan.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada Mercedes-Benz EQB? Mengapa solusi perangkat lunak yang sebelumnya diberikan ternyata tidak cukup? Dan yang terpenting, pelajaran apa yang bisa diambil oleh konsumen dan industri dari peristiwa ini? Mari kita telusuri lebih dalam.

Penyebab Recall: Korsleting dari Sel Baterai yang "Kurang Tangguh"

Berdasarkan dokumen resmi yang diajukan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS, akar masalahnya terletak pada sel baterai individu di dalam paket baterai tegangan tinggi EQB. Investigasi internal yang dilakukan Mercedes-Benz bersama pemasok baterainya mengungkap bahwa terdapat variasi dalam proses produksi pemasok. Akibatnya, sel-sel baterai dari model produksi awal memiliki ketahanan yang "kurang robust" dibandingkan dengan versi produksi selanjutnya.

Sel yang kurang tangguh ini menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat faktor eksternal, terutama ketika baterai berada dalam kondisi State of Charge (SoC) atau tingkat pengisian yang tinggi. Kombinasi antara kondisi produksi dan penggunaan ini dapat memicu korsleting internal pada sel baterai. Korsleting inilah yang berpotensi memicu thermal event atau peristiwa panas berlebih, yang pada akhirnya bisa berujung pada kebakaran. Dokumen NHTSA secara tegas menyatakan bahwa 100% dari 12.236 unit EQB yang tercakup dalam recall diperkirakan terdampak oleh isu fundamental ini.

Dari Perbaikan Software ke Penggantian Total: Eskalasi Solusi

Yang menarik dari kasus ini adalah eskalasi tindakan yang diambil oleh Mercedes-Benz. Recall yang diumumkan pada awal 2026 ini ternyata merupakan tindak lanjut langsung dari recall sukarela yang telah dilakukan pabrikan pada Oktober 2025. Saat itu, Mercedes mencoba mengatasi risiko dengan pembaruan perangkat lunak. Namun, investigasi lebih lanjut menyimpulkan bahwa software fix tersebut mungkin belum sepenuhnya cukup untuk mengurangi risiko kebakaran secara maksimal.

Keputusan akhir pun diambil: mengganti seluruh paket baterai tegangan tinggi pada semua unit yang terdampak dengan versi baterai yang lebih tangguh dan robust. Tindakan ini menunjukkan tingkat kehati-hatian yang tinggi, sekaligus mengakui bahwa masalahnya bersifat hardware, bukan sekadar software. Dokumen recall juga menegaskan bahwa unit EQB yang tidak termasuk dalam daftar recall sudah dilengkapi dengan baterai versi lebih baik sejak awal.

Langkah Darurat untuk Pemilik: Parkir di Luar dan Batasi Pengisian Daya

Sementara menunggu jadwal penggantian baterai, Mercedes-Benz memberikan serangkaian instruksi keselamatan yang cukup mengejutkan bagi pemilik EQB yang terdampak. Instruksi ini menggambarkan betapa seriusnya potensi risiko yang dihadapi. Pemilik disarankan untuk memarkir kendaraan di luar ruangan, jauh dari struktur bangunan dan kendaraan lainnya. Hal ini jelas untuk meminimalkan kerusakan jika terjadi kebakaran secara tiba-tiba.

Selain itu, pemilik juga diminta untuk membatasi pengisian daya maksimal hingga 80%. Rekomendasi ini terkait langsung dengan kerentanan sel baterai saat berada dalam kondisi SoC tinggi. Membatasi pengisian adalah upaya untuk mengurangi stres pada sel-sel yang bermasalah. Yang cukup mencemaskan, dokumen menyatakan bahwa tidak ada peringatan awal sebelum terjadinya thermal event. Jika insiden terjadi saat berkendara, sistem akan menampilkan pesan peringatan kepada pengemudi. Mercedes melaporkan dua kasus kebakaran EQB di AS yang terkait dengan populasi recall awal, dan kedua kejadian itu terjadi sebelum perbaikan software pertama diberikan.

Keandalan sistem baterai adalah fondasi kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik. Kasus seperti ini mengingatkan kita bahwa teknologi pengisian daya yang cepat dan canggih harus diimbangi dengan ketahanan komponen. Seperti halnya pada smartphone, di mana teknologi pengisian daya menjadi nilai jual, keamanan baterai tetap menjadi prioritas utama. Anda bisa membaca solusi pengisian daya yang dihadirkan perangkat lain untuk memahami kompleksitas teknologi ini.

Jadwal Recall dan Implikasi bagi Mercedes-Benz

Mercedes-Benz telah menginformasikan recall ini kepada jaringan dealernya. Surat pemberitahuan pertama kepada pemilik dijadwalkan dikirim pada 27 Februari 2026, sementara surat yang berisi detail perbaikan (remedy) diperkirakan baru akan dikirim pada awal April 2026. Rentang waktu antara pemberitahuan dan solusi permanen ini tentu menjadi periode yang mencemaskan bagi para pemilik.

Recall skala ini, yang mengharuskan penggantian komponen paling mahal pada kendaraan listrik, tentu membawa implikasi finansial yang signifikan bagi Mercedes-Benz. Namun, biaya material mungkin masih kalah besar dibandingkan dengan dampak terhadap reputasi merek. Mercedes-Benz, yang membangun citra selama puluhan tahun atas dasar keamanan, rekayasa, dan kualitas tertinggi (Vorsprung durch Technik), kini harus bekerja ekstra keras untuk memulihkan kepercayaan di segmen kendaraan listrik premiumnya. Kasus EQB ini menjadi ujian nyata bagi komitmen mereka dalam era elektrik.

Di sisi lain, ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ketelitian dalam proses validasi dan pengawasan rantai pasok, terutama untuk komponen baru seperti baterai kendaraan listrik. Teknologi baterai terus berkembang, dan seperti yang terlihat pada berbagai perangkat elektronik, dari laptop hingga power bank, isu ketahanan baterai adalah tantangan universal. Bahkan untuk produk dengan daya baterai jumbo sekalipun, kualitas sel adalah kunci utama.

Apa Artinya Bagi Konsumen dan Masa Depan Mobil Listrik?

Bagi konsumen, terutama calon pembeli kendaraan listrik, berita ini tidak perlu dilihat sebagai alarm untuk menghindari mobil listrik sama sekali. Sebaliknya, ini adalah pengingat untuk bersikap kritis dan well-informed. Setiap teknologi baru membawa fase pembelajaran, dan recall adalah mekanisme pengamanan yang penting dalam industri otomotif. Yang patut diapresiasi adalah transparansi data dari NHTSA dan keputusan Mercedes untuk mengambil langkah radikal (penggantian total) demi keselamatan.

Pertanyaan yang lebih besar adalah: apakah ini isu yang terisolasi pada batch produksi tertentu, ataukah indikasi kerentanan desain yang lebih luas? Dokumen recall dengan jelas membedakan antara unit dengan baterai "kurang robust" dan yang sudah "lebih robust", mengisyaratkan bahwa masalah telah diidentifikasi dan dikoreksi dalam proses produksi berikutnya. Ini menunjukkan bahwa sistem monitoring kualitas dan respons recall, meski terlambat, akhirnya berfungsi.

Masa depan mobilitas listrik tetap cerah, namun jalan menuju kesempurnaannya berliku. Kasus Mercedes-Benz EQB mengajarkan bahwa keamanan baterai adalah non-negotiable. Itu adalah harga mati. Proses manufaktur yang ketat, pengujian yang ekstensif, dan sistem recall yang responsif adalah pilar-pilar yang akan menentukan seberapa cepat masyarakat dapat sepenuhnya beralih dengan percaya diri. Bagi 12.236 pemilik EQB, perjalanan mereka mungkin sedang diwarnai kecemasan. Namun bagi industri secara keseluruhan, ini adalah momentum untuk introspeksi dan perbaikan, memastikan bahwa revolusi listrik tidak hanya bersih, tetapi juga aman dan dapat diandalkan hingga ke sel terkecil dalam baterainya.

SHARE:

ZTE dan MyRepublic Luncurkan MyRepublic Air, 5G FWA untuk Indonesia Timur

Google Gemini Bisa Bikin Musik! Lyria 3 Ubah Teks Jadi Lagu 30 Detik