Technologue.id, Jakarta – Memiliki 160 juta pelanggan ternyata membuat Telkomsel cukup kerja keras menjaga kualitas layanan seluler yang disediakannya. Anak usaha Telkom Group itu menyatakan sudah semakin memerlukan spektrum tambahan di layanannya agar bisa memberikan layanan berkualitas prima bagi pelanggannya.

“Saat ini secara jumlah pelanggan dan spektrum yang dimiliki, Telkomsel jadi operator telekomunikasi selular paling padat di Asia. Untuk menjaga kualitas layanan yang disediakan ke 160 juta pelanggan kami sudah sangat memerlukan tambahan spektrum,” kata Ivan Cahya Permana, VP Technology and System Telkomsel.

Padatnya jumlah pelanggan di jaringan Telkomsel, membuat perusahaan itu berharap pemerintah akan memberinya tambahan spektrum. Saat ini, pemerintah masih memegang sekurangnya 40 Mhz pita frekuensi yang bisa dialokasikan bagi layanan telekomunikasi mobile, 10 Mhz di 2,1 Ghz dan 30 Mhz di 2,3 Ghz.

“Kami siap kalau pemerintah mau memberikan alokasi frekuensi tambahan baik di 2,1 Ghz maupun di 2,3 Ghz. Harapan kita pemerintah segera melelang spektrum yang ada karena sudah lama dibilang mau dilelang tapi masih belum juga sampai sekarang. Mungkin pemain lain masih belum siap buat lelang makanya tertunda,” ujar Ivan saat dijumpai Technologue.id.

Pria berbalut batik merah tersebut juga itu menyebutkan soal biaya besar yang diperlukan operator untuk mendapat alokasi frekuensi tambahan yang jadi penyebab terkendalanya lelang yang telah lama direncanakan pemerintah.

“Setidaknya butuh Rp 500 miliar untuk bayar biaya hak penggunaan (BHP) di sisa masing-masing frekuensi. Kalau ditambahkan dengan upfront-fee jadinya malah dua kali lipatnya. Totalnya kan kira-kira Rp 2 triliun kalau semuanya benar-benar dilelang pemerintah, kami siap buat bayar semua sisa spektkrum itu kalau dipercaya pemerintah,” jelas Ivan.

Lebih lanjut, Ivan menyayangkan soal rencana lelang frekuensi yang direncakan pemerintah. Pasalnya, bila lelang segera dilakukan maka negara akan mendapat tambahan pendapatan untuk kebutuhan belanja negara dan membantu pemerintah mencapai target pendapatan negara.

“Kami berharap lelang itu dilakukan tahun ini, kan sayang kalau sampai ditunda ke tahun depan karena pemerintah bisa kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 2 triliun yang bisa masuk tahun ini. Kalau barangnya sudah ada terus pembelinya sudah ada juga buat apa disimpan terus, kami siap bantu pendapatan negara lewat BHP frekuensi kapan pun,” klaim Ivan.

Secara terperinci, Telkomsel hingga saat ini memiliki lebar pita frekuensi sebesar 15 Mhz di spektrum 2.100 MHz, 22,5 Mhz di spektrum 1.800 Mhz, 7,5 Mhz di spektrum 900 Mhz serta tambahan dari pengalihan frekuensi Telkom Flexi sebesar 7,5 Mhz di spektrum 850 MHz.

Baca juga :
TELKOMSEL PAMER AKSES DATA KILAT, 1 GBPS!
200 PETUGAS PERKUAT LAYANAN PELANGGAN DIGITAL TELKOMSEL
PERKENALKAN STREAM ON, INDOSAT GRATISKAN STREAMING MUSIK DAN VIDEO