Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Protes PHK, Ribuan Staf Ubisoft Turun ke Jalan
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Ribuan karyawan Ubisoft di Prancis menggelar aksi mogok kerja selama tiga hari, menyusul gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kebijakan penghematan biaya yang diterapkan perusahaan. Aksi tersebut berlangsung pada 10 hingga 12 Februari 2026 dan diikuti sedikitnya 1.200 staf, menurut laporan GamesIndustry.biz.

Pemogokan ini merupakan tindak lanjut dari ancaman yang sebelumnya dilontarkan para pekerja pada akhir Januari. Serikat pekerja Solidaires Informatique, yang mewakili pekerja sektor gim di Prancis termasuk di dalamnya karyawan Ubisoft dan Blizzard Entertainment, menyerukan aksi mogok sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan. Tuntutan utama mereka mencakup kenaikan gaji sebesar 10 persen untuk seluruh karyawan serta penerapan sistem kerja empat hari dalam sepekan.

Meskipun pusat aksi berada di Prancis, laporan menyebut kantor Ubisoft di Milan, Italia, juga turut berpartisipasi. Sejumlah karyawan terlihat melakukan demonstrasi di depan kantor pusat Ubisoft di Paris. Dalam salah satu foto yang beredar, seorang peserta aksi tampak mengenakan topeng karakter Rabbids untuk menutupi identitasnya.

Aksi protes ini dipicu oleh berbagai keluhan. Selain laporan PHK ratusan karyawan sepanjang 2026, Ubisoft juga menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan karyawan kembali bekerja dari kantor selama lima hari penuh setiap pekan. Kebijakan ini memicu kontroversi internal. Bahkan, seorang karyawan yang secara terbuka mengkritik aturan tersebut dilaporkan diberhentikan.

Di sisi bisnis, Ubisoft juga menghadapi tantangan besar pada awal 2026. Perusahaan membatalkan enam proyek gim, termasuk remake yang telah lama dinantikan dari Prince of Persia: The Sands of Time. Selain itu, perusahaan mengonfirmasi penutupan sejumlah studio sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi yang lebih luas.

Menanggapi aksi mogok tersebut, Ubisoft menyampaikan pernyataan resmi kepada Engadget pada 12 Februari 2026. “Kami memahami bahwa perubahan ini, khususnya yang memengaruhi organisasi kerja, menimbulkan perasaan yang kuat,” tulis perusahaan. Ubisoft mengklaim telah menggelar berbagai diskusi dan sesi informasi untuk membantu tim memahami struktur organisasi baru serta memberikan ruang bagi karyawan menyampaikan pertanyaan dan kekhawatiran.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga dialog yang terbuka dan konstruktif dengan karyawan maupun perwakilan mereka. Meski demikian, aksi mogok ini mencerminkan ketegangan yang masih membayangi salah satu penerbit gim terbesar di dunia tersebut di tengah upaya restrukturisasi dan tekanan industri yang semakin ketat.

SHARE:

Aturan Pemda Dinilai Hambat Investasi Infrastruktur Telekomunikasi

IM3 Hadirkan Fitur SATSPAM+ dengan Proteksi WhatsApp Call Pertama di Indonesia