Technologue.id – Telkomsel resmi meluncurkan program Terpujilah GURU, sebuah inisiatif pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik di Indonesia. Program ini dirancang untuk membantu para guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta mendorong peran mereka sebagai Educator, Creator, dan Innovator.

Peluncuran program ini ditandai dengan kegiatan Kick Off di SMK BOASH, Kabupaten Bogor, yang melibatkan 120 guru secara luring dan ratusan guru lainnya secara daring. Acara tersebut dihadiri oleh VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, serta Kepala Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, H. Cucu Salman, S.Ag, M.Pdi.

Di tengah percepatan transformasi digital, peran guru kini tidak lagi sekadar menyampaikan materi pelajaran. Mereka juga harus membimbing siswa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak, terutama di era kecerdasan buatan yang semakin merambah dunia pendidikan.

Tantangan ini terasa semakin berat mengingat hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan sekitar 81% guru di Indonesia belum mencapai standar minimum kompetensi. Kondisi ini membuat penguatan kapasitas pendidik menjadi semakin penting dan mendesak untuk segera dilakukan.

Melalui platform pembelajaran praktis dan aplikatif di Terpujilah GURU, para peserta diharapkan dapat langsung menerapkan keterampilan baru dalam aktivitas belajar mengajar. Materi pelatihan mencakup pemanfaatan AI untuk produktivitas, pembuatan konten edukasi kreatif, hingga desain visual materi pembelajaran yang menarik.

Program serupa juga telah dilakukan oleh berbagai pihak. Sebelumnya, Indosat Berikan Pelatihan AI bagi guru dan penyandang disabilitas. Selain itu, Google Sediakan Pelatihan AI khusus untuk para pendidik di Indonesia.

Terpujilah GURU akan berlangsung selama periode Mei hingga September 2026 di berbagai kota. Program ini menargetkan lebih dari 1.000 guru melalui beberapa tahapan, yaitu Scouting, Screening, Academy, Mentoring, hingga Bootcamp yang komprehensif.

Para guru peserta akan memperoleh sejumlah manfaat penting. Mereka akan mendapatkan peningkatan keterampilan digital, portofolio materi ajar yang aplikatif, jejaring komunitas guru inovatif, serta dukungan pembinaan dan apresiasi atas partisipasi mereka dalam program ini.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan, “Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel memberdayakan guru agar bisa ciptakan hari yang lebih baik dan masa depan gemilang. Terpujilah GURU dihadirkan untuk membantu tenaga pendidik memanfaatkan teknologi secara tepat guna agar pembelajaran jadi lebih efektif, kreatif, dan berdampak.”

Kepala Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, H. Cucu Salman, S.Ag, M.Pdi, menambahkan, “Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel untuk memperkuat kompetensi guru. Penguatan literasi digital guru menjadi kunci agar pembelajaran tetap selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Kami berharap program ini dapat terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pendidik.”

Untuk memperluas dampak secara berkelanjutan, program Terpujilah GURU juga melibatkan komunitas dan organisasi profesi seperti PGRI, MGMP, Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan, dan 1000 Guru. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan, Telkomsel berharap program ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Inisiatif ini sekaligus memperkuat kesiapan generasi berikutnya dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks.

Selain itu, Program Pelatihan Ruangguru juga telah terbukti menjadi aplikasi pengembangan diri terbaik bagi para pendidik. Berbagai platform pelatihan ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan Indonesia terus bergerak maju dengan dukungan teknologi.

Telkomsel berkomitmen untuk terus mendukung transformasi digital bangsa melalui berbagai program pemberdayaan. Terpujilah GURU menjadi salah satu bukti nyata bahwa perusahaan telekomunikasi ini peduli terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.