10 Hot Consumer Trends 2030, Sistem Sensor Digital Membentuk Teknologi Masa Depan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Saatnya berbelanja bahan makanan! Beberapa dasawarsa lalu, kita pasti akan langsung bergegas pergi ke supermarket. Tapi, sekarang, kita bisa berbelanja dari tempat tidur hanya dengan membuka aplikasi ride-hailing di smartphone sambil menonton acara memasak di platform berbagi-video daring. Mulai dari riset, pemesanan, hingga proses pembayaran, semua bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik.

Skenario ini mungkin sudah tidak asing lagi dan kita mungkin berpikir teknologi kita sangat keren dan memesona. Tapi, tunggu dulu. Bagaimana jika kita bisa merasakan pengalaman berbelanja digital menggunakan segenap panca indra kita?

Sekarang, bayangkan Anda sedang duduk di ruang tamu rumah Anda. Saat Anda berpikir tentang belanja bahan makanan, ruangan mulai berubah. Musik yang biasa Anda dengar di supermarket dimainkan dengan lembut, sementara karpet rumah berubah menjadi ubin polos dan aroma mangga harum manis mulai tercium. Anda pun mengalihkan pandangan ke tumpukan buah alpukat di salah satu meja. Anda lalu menggenggam dan menekannya perlahan untuk memastikan apakah buah itu sudah matang atau belum. Kemudian, Anda menyusuri lorong produk susu, melihat stan contoh coklat gratis, dan Anda mencicipinya. Setelah selesai menentukan apa yang harus dibeli, Anda akhirnya melakukan pemesanan. Keesokan harinya, Anda bangun dan menemukan sayuran dan buah-buahan yang Anda pesan sudah siap di dapur Anda, semua dalam kondisi baik, seperti yang diharapkan. Nah, itu yang kita sebut keren, bukan?

Saat ini, teknologi berinteraksi hanya dengan dua panca indra, yaitu penglihatan dan suara. Namun, berdasarkan Ericsson Research, teknologi yang canggih akan memungkinkan internet yang sepenuhnya indrawi pada 2025.

10 Hot Consumer Trends 2030 – Infographic

Saat konsumen melangkah lebih jauh ke dalam dunia sensorik digital ini, kita akan membutuhkan konektivitas sangat cepat, jeda waktu berbasis edge computing nyaris tidak kentara, dan otomatisasi canggih. Semua itu hanya dapat disediakan oleh teknologi generasi kelima. Tidak seperti generasi sebelumnya, yang berfokus pada komunikasi antarpribadi dan kecepatan data, 5G akan sepenuhnya mengubah cara orang merasakan dan berinteraksi, cara masyarakat bekerja, dan kinerja bisnis. Untuk itu, kerja sama antara industri, operator, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain menjadi penting guna mempercepat penerapan 5G.

- Advertisement -

Latest News

A Day Without We, Game Asal Indonesia yang Bakal Rilis di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S

Technologue.id, Jakarta - Setelah game buatannya sukses di Steam, Gamecom Team Studio, developer game asal Indonesia, bareng publisher game asal Rusia, ChiliDog...

Samsung Boyong Jajaran TV Premium Terbaru

Technologue.id, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan empat TV terbaru, Kamis (6/5/2021). Adalah The Sero, The Frame, The Serif, dan The...

Menang Flash Sale Shopee, Pengguna Kecewa Transaksi Dibatalkan Sepihak

Technologue.id, Jakarta - Penjualan cepat atau flash sale di e-commerce sudah menjadi "bumbu" menggiurkan yang selalu jadi incaran calon pembeli. Namun sejumlah...

Samsung Boyong Smart TV Premium Neo QLED 8K, Segini Harganya

Technologue.id, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan smart TV premium, Neo QLED 8K pada Kamis (6/5/2021). Produk ini digadang mampu memberikan...

Ini Media Sosial Garapan Donald Trump

Technologue.id, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan "platform komunikasi" setelah hampir empat bulan dilarang oleh sebagian besar situs media...

Related Stories