10 Prinsip Produksi Film Pakai Smartphone

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Yandy Laurens, sutradara muda berbakat tanah air, berbagi beberapa prinsip sebagai seorang sutradara yang perlu diketahui dalam proses produksi pembuatan sebuah film.

Yandy berbagi 10 prinsip produksi film bagi seorang sutradara. “Untuk mewujudkan sebuah ide menjadi film, kita harus terus membuka diri dengan adanya kemungkinan-kemungkinan baru yang lahir, dan mengalihkan persepsi limitasi sebagai sebuah potensi,” ujarnya.

Adapun prinsip-prinsip tersebut mencakup pengalaman serta proses produksi film dari menentukan mindset yang tepat hingga beberapa teknis penentuan titik kamera, blocking dan trik-trik pengambilan gambar lainnya yang bisa dioptimalkan menggunakan fitur-fitur yang terdapat pada Samsung Galaxy Note20 series. Berikut prinsip yang perlu diketahui:

Baca Juga:
9 Fitur Tersembunyi Samsung Galaxy Note20 Series yang Jarang Diketahui

  1. Mengomunikasikan ide ataupun konsep cerita untuk diwujudkan
    Penting bagi seorang sutradara untuk dapat berkomunikasi dengan baik kepada berbagai pihak termasuk tim yang tergabung untuk pembuatan film. Komunikasi yang baik bertujuan untuk menyamakan ekspektasi dan visi serta memperlancar proses dari pra-produksi hingga post-produksi.
  2. Menjaga hati dan pikiran selama produksi film berlangsung
    Terkesan sederhana, namun sebagai sutradara perlu bersikap objektif terhadap hasil pengambilan gambar ataupun dalam mengarahkan sebuah adegan. Sehingga hasil tersebut dapat lebih maksimal di mata audiens.
  3. Kaji kembali persiapan pra-produksi untuk mengambil keputusan-keputusan sulit
    Dalam prosesnya, di tahapan produksi sutradara seringkali harus mengambil keputusan agar proses berjalan sesuai tujuan akhirnya. Maka dari itu, sutradara harus kembali mengkaji apa saja yang telah dipersiapkan sejak tahapan pra-produksi, agar tetap selaras untuk menghasilkan karya terbaik.
  4. Membuka diri untuk segala kemungkinan yang baru
    Tidak mustahil jika suatu sutradara akan menemukan kemungkinan-kemungkinan yang dihadapi. Sutradara harus siap akan perubahan yang dapat terjadi.
  5. Asisten Sutradara (Astrada) ialah tangan kanan produser
    Berbeda dari kepanjangannya, Astrada bukanlah asisten dari sutradara saat proses produksi, melainkan perpanjangan tangan produser. Berkolaborasi dengan Astrada mengenai schedule dan manajemen waktu sama pentingnya dengan ide itu sendiri.
  6. Memperhatikan teknis pengambilan gambar: titik kamera, tipe shoot/angle/movement, lensa, blocking, in point shot, dan out point shot
    Penting bagi sutradara untuk fokus memperhatikan teknik-teknik pengambilan gambar, mulai dari titik dimana kamera berada, shoot, angle, maupun movement yang dilakukan cameraman, lensa yang dipilih, blocking para pemeran film, hingga kapan kamera melakukan in point shot maupun out point shot. Sutradara harus menjelaskan setiap pengambilan shot dengan runut dan jelas agar crew dapat memahami dan menyiapkannya.
  7. Persiapkan master, cover, dan reverse
    Demi kelancaran shooting, pengambilan gambar selalu diupayakan dimulai dari shot yang paling wide, lalu lebih dekat, dan kemudian reverse shot dilakukan setelah tidak ada lagi arah kamera yang sama dengan master shot.
  8. Selalu mengingat scene sebelum dan setelahnya, shot awal dan akhir
    Hal ini membantu kita untuk memvisualisasikan keseluruhan hasil akhir film pada setiap tahap produksi. Proses editing sudah terjadi dalam benak sutradara sejak pra hingga tahap produksi.
  9. Segala limitasi bukan akhir, melainkan potensi
    Tidak jarang dari keterbatasan justru tercipta adegan yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan berbagai opsi untuk bereaksi terhadap hambatan yang ada. Seperti halnya dalam memanfaatkan perangkat yang bisa memaksimalkan hasil karya kita.
  10. Tekanan dan masalah tidak mengubah seseorang. Justru hal tersebut menunjukkan siapa kita sebenarnya
    Rancangan shooting sudah disusun sebaik mungkin. Bila sesuatu terjadi di luar rancangan tersebut, reaksi kita sama pentingnya dengan rancangan itu sendiri.

Baca Juga:
Ini Cara Memilih Samsung Galaxy Note20 Series Sesuai Kebutuhan

Pada akhir sesi, Yandy pun menjelaskan bahwa tidak hanya kameranya yang memiliki spesifikasi terbaik pada smartphone, namun Samsung Galaxy Note20 dan Note20 Ultra juga satu-satunya smartphone yang peduli dengan perekaman suara untuk menghasilkan video berkualitas tinggi.

“Dengan fitur kamera mode Pro Video, kita bisa mengatur zoom, diafragma, iso dan lain-lain sesuai kebutuhan pengambilan gambar. Ditambah lagi, Samsung Galaxy Note20 series sangat peduli dengan perekaman suara yang dihadirkan melalui fitur Multisource Microphone dengan adanya mic pada front, rear dan mono. Sehingga kita bisa menghasilkan video profesional semaksimal mungkin dengan keterbatasan yang ada,” tutupnya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories