Technologue.id, Jakarta – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 ternyata menjadi sorotan banyak netizen. Terbukti, media sosial semacam Twitter saja menjadi sangat padat ketika para pasangan calon (paslon) melangsungkan debat perdananya di hadapan publik. Tagar #Debat1PilkadaDKI pun menjadi trending topic selama beberapa waktu.

Dari data resmi medsos berlambang burung itu, terdapat setidaknya 760 ribu Tweet yang terkait dengan #Debat1PilkadaDKI sedari 13 sampai 14 Januari 2017. Yang cukup mencengangkan, pada pukul 21.30 WIB yang menjadi titik puncak momen ini, ada 2.000 tweet yang diproduksi netizen dalam satu menit.

Pasca debat usai pun dampaknya masih sangat kentara. Dari ketiga calon gubernur yang bertarung, akun pribadi Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mengalami kenaikan follower sebanyak 2.000 hingga kini totalnya menjadi 6,32 juta. Penambahan itu terbanyak dibanding calon gubernur (cagub) lain dan hanya bisa disusul oleh cagub nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, dengan 1.000 pengikut baru.

Analisis Twitter terkait Debat1PilkadaDKI (source: Twitter Indonesia)

Twitter Indonesia turut mengklaim bahwa ada beberapa kata kunci dan tagar tertentu yang populer selama Pilkada DKI 2017 bergulir, misalnya Alexis, Ira Koesno, dan Jakarta Unfair. Ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat antusias dan cukup seksama mengikuti jalannya pesta demokrasi di ibu kota karena begitu sering memperbincangkan hal, kebijakan, maupun elemen terkait lain dari para paslon dan debat perdana itu.

Dalam blog resminya, Twitter turut berpesan bahwa Anda bisa memantau perkembangan Pilkada DKI 2017 melalui beberapa akun. Sikap atau informasi resmi paslon satu sampai tiga bisa didapatkan dari akun @agussylviDKI, @AhokDjarot, serta @JktMajuBersama. Sementara akun Komisi Pemilihan Umum RI dan Provinsi DKI Jakarta sendiri adalah @KPU_ID dan @kpu_dki.

 

Baca juga:

Tiru Facebook, Twitter Berikan Fitur Menarik Ini

Twitter Sudah Bisa Live Video Tanpa Periscope! Yuk Coba!

Olimpiade sampai Boyband K-POP, Momen Paling #Rameditwitter 2016