Technologue.id, Jakarta – Tahun baru 2017 memang telah tiba, tetapi tak ada salahnya berkaca sejenak di tahun 2016 yang baru berakhir beberapa jam lalu. Namun, mungkin tak semua ingin mengingat-ingat 2016, contohnya Apple.

Ya, di tahun 2016, raksasa Cupertino itu seperti berjalan di jalanan terjal. Pertama, taji iPhone sebagai komoditas terlaris mereka melunak. Penjualan iPhone pun terpantau menurun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada Q1 2016 karena ‘hanya’ berhasil menjual 51 jutaan unit.

Kemudian yang masih hangat, MacBook Pro terbaru mereka diganjar review buruk. Dalam uji coba yang dilakukan Consumer Reports, masing-masing dari tiga model MacBook Pro teranyar punya kelemahan di sisi baterainya. Dalam tiga pengujian yang mereka lakukan, baterai laptop tersebut sangat tak stabil dan terus menurun daya tahannya. Apple pun mengklaim tengah mendalami temuan ini.

Yang juga tak boleh dilupakan adalah kehadiran iPhone 7 yang penuh kontroversi. Di balik kemampuannya yang meningkat, seperti adanya dual-camera di versi Plus serta bodi anti-air, ponsel tersebut turut dihujani kritik karena menghilangkan headphone jack. Untuk bisa mendengarkan lagu dengan earphone kabel standar sambil mengisi daya iPhone 7, user bahkan harus menggunakan konektor yang sekilas tampak tak simpel.

Hal ini diperparah pula dengan kedatangan AirPods ke pasaran yang terlambat. Berdasarkan keterangan seorang reseller produk Apple seperti dihimpun oleh MacRumors (12/12/16), aksesori earphone nirkabel iPhone 7 itu mungkin baru akan dikirimkan pada pembeli paling cepat di bulan Februari 2017.

Itu dia beberapa aral yang melintang di hadapan Apple tahun 2016. Prediksi Anda, apakah tahun 2017 nanti Tim Cook dan jajarannya bisa lebih berjaya?

 

Baca juga:

Dituding Tak Layak Beli, Apple Selidiki MacBook Pro Terbarunya

Akhirnya, Ada Satu Alasan Menarik untuk Beli Apple Watch

Nokia Seret Apple ke Meja Hijau