2025, Ada 40 Miliar Perangkat Terhubung via 5G

- Advertisement -

Technologue.id – Teknologi 5G yang digadang-gadang sebagai penerus 4G terus dikembangkan. Menjanjikan kecepatan dan kapasitas yang lebih baik, teknologi ini bahkan dijanjikan akan mampu menangani sampai 40 miliar perangkat di tahun 2025 mendatang.

Hal tersebut dilontarkan oleh Huawei melalui hasil riset bertajuk Huawei Global Industry Vision. Prediksi tersebut memberikan lonjakan yang sangat signfikan dibandingkan kondisi saat ini. Sebab, dalam laporannya Huawei menyebut ada sekitar 7 miliar unit perangkat telah saling terhubung dengan teknologi broadband saat ini.

Baca juga:

Cara Huawei Membuat Karyawan Tetap Loyal

Namun 40 miliar perangkat yang dimaksud bukan sekadar smartphone, melainkan berbagai perangkat yang memiliki fitur sensing yang bisa berupa sensor-sensor. Singkatnya, teknologi 5G akan membuka peluang lebih luas bagi perkembangan menuju era Internet of Things (IoT).

“Jadi, tak hanya human to human, human to machine, tapi juga machine to machine. Mereka (perangkat -red) akan bisa saling berinteraksi,” jelas Selina Wen, Director of Public Affairs & Communication Huawei Indonesia, di Ubud, Bali.

Huawei Global Industry Vision
Huawei Global Industry Vision

Tak hanya itu, laporan yang sama turut mengungkap jumlah sambungan data yang mungkin akan terjadi di era 5G pada 2025 nanti. Kalau saat ini tercatat ada sekitar 16 miliar sambungan data antar perangkat di dunia, maka di 2025 angka tersebut bisa melonjak hingga 100 miliar sambungan berkat teknologi 5G.

Baca juga:

Awas, Ini 3 Kompetitor Terberat Huawei Mate 20 Pro di Indonesia!

Termasuk di dalamnya adalah pengguna platform VR (virtual reality) dan AR (augmented reality). Saat ini disebutkan kedua platform tersebut memiliki sekitar 10 juta pengguna, maka di tahun 2025 jumlah penggunanya diprediksi akan meningkat puluhan kali lipat menjadi 440 juta pengguna.

Mengacu dari hasil riset Huawei tersebut, bisa dibilang penerapan teknologi 5G kelak menjanjikan peluang yang lebih luas lagi bagi ekosistem digital untuk berkembang lebih jauh.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories