2025, Pengguna 5G Diprediksi Berjumlah 2,8 Miliar Orang

Technologue.id, Jakarta – Laporan Ericsson menyebut jumlah pelanggan 5G di seluruh dunia akan menyentuh angka 190 juta pengguna di akhir 2020 nanti. Jumlah ini akan terus bertambah dan akan menyentuh 2,8 miliar pada akhir 2025.

Dalam konferensi yang digelar secara online pada Selasa (23/6/2020), Jerry Soper, Country Head of Ericsson Indonesia mengatakan hal ini tidak lepas dari pandemi virus Corona. Dimana dengan adanya pandemi ini, masyarakat dipaksa terhubung melalui jaringan internet.

Baca Juga:

Wadaw, Ternyata Ini Biang Keladi 5G Belum Juga Hadir di Indonesia


“Orang-orang di seluruh dunia harus mengubah kehidupan sehari-hari mereka akibat pandemi COVID-19. Kegiatan bekerja dan belajar dari rumah menciptakan pertumbuhan trafik data yang cepat. Hal ini semakin menunjukkan pentingnya konektivitas,” ujarnya.

Untuk wilayah Asia Tenggara dan Oseania sendiri, yang merupakan tempat Indonesia bernaung, dikatakan bahwa teknologi jaringan super cepat ini 21 persennya akan diisi oleh para pelanggan seluler. Ericsson menyebut angka ini akan didapat pada tahun 2025 nanti.

Baca Juga:

Menuju 5G, Telkomsel Perkuat Layanan VoLTE

“Pada akhirnya, masyarakat akan menilai manfaatnya. Dimana jaringan 5G akan menawarkan kecepatan lebih tinggi, latensi sangat rendah, dan jangkauan luas tanpa batas, yang memungkinkan pengguna memiliki pengalaman cepat dan mulus, yang belum pernah mereka miliki sebelumnya,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti apakah Indoneia akan turut meramaikan dan menyumbang angka yang diramalkan tersebut, mengingat hingga saat ini implementasi di Indonesia belum juga menemukan titik terang. Namun Ericsson yakin 5G akan hadir di Indonesia pada waktu yang tepat.