3 Fakta Pavel Durov Si Pembuat Telegram Messenger, Apa Agamanya?

Pavel Durov, founder Telegram (source: Wikimedia / Schreibvieh)

Technologue.id, Jakarta – Kala Telegram menjadi perbincangan publik karena diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), nama Pavel Durov pun terseret. Pria itu diketahui secara luas sebagai founder sekaligus CEO Telegram Messenger.

Namun, layaknya manusia kebanyakan, ia punya sisi lain juga dalam hidupnya. Berikut tiga hal yang perlu Anda ketahui tentang Pavel Durov seperti redaksi himpun dari pelbagai sumber.

1. Tokoh industri digital penting di Rusia
Di negara asalnya, Durov bukan orang biasa. Dijuluki “Mark Zuckerberg dari Rusia” atas kesuksesannya di industri digital, pria 32 tahun itu menapaki hidupnya sebagai pebisnis digital.

Selain membuat Telegram Messenger yang tahun lalu pengguna bulanannya sudah di atas 100 juta, ia juga menggawangi media sosial terbesar di negara pecahan Uni Soviet itu, yakni VKontakte atau VK. Awal tahun ini, VK telah menampung setidaknya 410 juta akun dan tercatat sebagai medsos terpopuler nomor lima sedunia.

2. Seorang Pastafarian
Agama atau kepercayaan Durov tidaklah lazim. Mengutip artikel dari DailyMail (30/05/2), Durov mengaku bahwa dia adalah seorang pastafarian.

Pastafarianisme sendiri adalah aliran kepercayaan yang mulanya diciptakan oleh Bobby Henderson. Para penganutnya menuhankan entitas supernatural yang mirip makanan. Ada yang mengakui bahwa Tuhan mereka adalah spaghetti, ada juga yang menuhankan makaroni.
Walau begitu di laman resmi Wikipedianya, Durov disebut tidak mempercayai keberadaan Tuhan alias atheis.

3. Biasa “diganggu” pemerintah, dari Rusia, Amerika Serikat, hingga Indonesia
Pria kelahiran 10 Oktober 1984 itu “ditandai” oleh pemerintah Rusia karena VK, platform buatannya, dimanfaatkan oleh pihakanti-pemerintah untuk mengorganisasi massa.

Begitu pula dengan Telegram, yang diancam akan diblok karena tidak mempersilakan pemerintah untuk mendapatkan datanya. Upaya serupa juga dilakukan pemerintah Negeri Paman Sam yang diklaim Durov tampak dalam bentuk tekanan dari pihak FBI dan terendusnya upaya untuk menyogok developer Telegram.

Sementara di Indonesia, Kemkominfo merilis edaran agar ISP di Indonesia memblokir 11 DNS Telegram. Hal ini dilakukan karena di dalam platform pesaing WhatsApp itu, ada user yang menebar konten terorisme dan membahayakan negara.

 

Baca juga:

CEO Telegram Tawarkan Tiga Hal Biar Platformnya Tak Diblokir Lagi

3 Operator Telekomunikasi Tanah Air Sepakat Blokir Telegram

Diduga Dukung Terorisme, Kemkominfo Segera Blokir Aplikasi Telegram