4 Aplikasi Mobile ini Sukses Melakukan Transformasi

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Sering dikatakan bahwa sebuah bisnis perlu berkembang seiring perkembangan pelanggannya. Kita hidup di dunia yang selalu berubah dengan sesuatu yang baru setiap harinya. Dengan dunia yang semakin digital dari hari ke hari, tidak mengherankan jika pasar aplikasi mobile mungkin yang paling cepat berubah. Aplikasi harus mengikuti tuntutan pelanggan yang terus berubah serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan.

Kami telah menyusun daftar 4 aplikasi yang telah mengalami perubahan besar yang dapat membantu hidup Anda lebih mudah dan nyaman:

  1. Gojek

    Gojek pasti tidak perlu dipikirkan lagi mengapa ada di dalam daftar ini. Dimulai dari 10 tahun lalu sebagai sebuah aplikasi yang dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia, kini telah bertransformasi menjadi salah satu aplikasi super (Super-app) yang bertujuan untuk mendigitalisasi semua aktivitas sehari-hari sehingga menjadi lebih cepat dan praktis. Gojek kini menawarkan berbagai layanan mulai dari layanan ojek dan mobil online hingga layanan keuangan, pengiriman makanan, pengiriman paket, jasa belanja, pelayanan kesehatan, layanan hiburan, dan lainnya.

    Tentang Gojek – Gojek, adalah platform grup multi-layanan sesuai permintaan dan teknologi pembayaran digital yang berbasis di Jakarta. Didirikan pada tahun 2010 sebagai call center jasa ojek online di Indonesia. Aplikasi asli Indonesia ini kemudian diluncurkan pada 2015 dengan hanya tiga layanan: GoRide, GoSend, dan GoMart. Sejak saat itu, aplikasi tersebut telah berkembang menjadi Super-App, platform multi-layanan yang menyediakan lebih dari 20 layanan saat ini. Gojek kini menjadi platform grup teknologi terkemuka yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara.
  2. Shopee

    Saat ini Shopee mungkin merupakan salah satu e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Namun, butuh banyak penyesuaian dengan pasar lokal dan perubahan dalam model bisnis yang membuat Shopee menjadi aplikasi seperti sekarang ini. Shopee pada awalnya merupakan marketplace dari konsumen ke konsumen (C2C) yang kemudian beralih ke model hibrida C2C dan bisnis-ke-konsumen (B2C) dan telah bermitra dengan lebih dari 70 penyedia layanan kurir di berbagai negara di mana perusahaan tersebut beroperasi guna memberikan dukungan logistik kepada para pengguna. Pertumbuhan Shopee yang dimulai dari Singapura ke negara-negara lain membutuhkan berbagai pembelajaran akan sensibilitas dan lokalisasi pasar.

    Tentang Shopee – Shopee adalah platform e-commerce Singapura yang berkantor pusat di bawah Sea Group, yang merupakan perusahaan internet konsumen global yang didirikan pada tahun 2015 oleh Forrest Li. Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015, dan sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Brasil.
  3. SHAREit

    SHAREit mungkin telah menjadi salah satu aplikasi yang sering menolong kita. Perlu mentransfer game terbaru? Atau semua foto perjalanan keluarga dari ponsel sepupu Anda? SHAREit adalah aplikasi yang tepat untuk Anda! Tetapi SHAREit juga telah melihat banyak perubahan sejak awal. Meskipun dimulai sebagai aplikasi transfer file peer to peer, kemudian aplikasi ini merambah ke ruang hiburan dan game. Sekarang, SHAREit menayangkan konten digital lokal seperti video pendek, film dan musik, dan lainnya untuk pengguna Indonesia. Bersamaan dengan itu, aplikasi ini juga memiliki berbagai macam permainan yang ditawarkan.

    Tentang SHAREit – Melayani lebih dari 1,8 miliar basis pengguna di seluruh dunia, SHAREit adalah salah satu platform streaming konten, gaming, dan transfer file online dan offline terkemuka di dunia. Aplikasi ini dioperasikan oleh Smart Media4U Technology Pte Limited yang berbasis di Singapura.
  4. Bukalapak

    Bukalapak merupakan portal belanja e-commerce yang ditujukan untuk memberikan berbagai macam produk konsumen ke seluruh Indonesia dan Bukalapak juga memiliki perjalanan yang cukup menarik di tanah air. Mulai sebagai marketplace online yang memungkinkan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menjadi online. Kemudian, Bukalapak segera melakukan diversifikasi ke berbagai bidang, termasuk solusi online-ke-offline dengan memberdayakan toko tradisional atau Warung sebagai mitranya. Bukalapak kini menjadi unicorn dan merupakan salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia!

    Tentang Bukalapak – Didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid pada tahun 2010, Bukalapak memungkinkan penggunanya menjual barang secara digital tanpa modal yang besar dan melakukan transaksi jual beli. Pada tahun 2019, Bukalapak telah memiliki lebih dari 4,5 juta penjual UKM, 70 juta pengguna aktif bulanan, 1,9 juta mitra warung, dan rata-rata dua juta transaksi per hari.

Melihat semua aplikasi tersebut, cukup jelas bahwa aplikasi mobile akan berhasil bila memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Pengetahuan tentang sensibilitas dan kesadaran tentang kebutuhan konsumen lokal merupakan aspek penting dalam keberhasilan aplikasi mobile. Dengan demikian, pasar aplikasi mobile dan digitalisasi ekonomi menawarkan peluang luar biasa bagi para pengusaha di seluruh dunia untuk menemukan solusi dan membangun warisan seperti halnya aplikasi-aplikasi tersebut.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories