HomeDirect4 Permainan untuk Melatih Konsentrasi Anak

4 Permainan untuk Melatih Konsentrasi Anak

Technologue.id, Jakarta – Era digitalisasi membuat anak-anak kini kerap di-bombardir rangsangan eksternal yang mengalihkan perhatian mereka. Itulah salah satu alasan mengapa anak-anak terlihat sulit memusatkan perhatian pada stimulus yang tepat.

Dampak ini juga memainkan peran utama dalam pemusatan korteks prefrontal, yang mulai berkembang dari tahun pertama hingga remaja. Karena alasan ini, seiring pertumbuhan anak, daya konsentrasinya akan semakin besar, seiring dengan matangnya korteks prefrontalnya.

Manfaat Konsentrasi dalam Kehidupan

Ada banyak manfaat yang diperoleh dengan melatih konsentrasi beberapa diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan hasil akademik.
  2. Meningkatkan kepercayaan diri.
  3. Mendorong pencapaian tujuan, dan meningkatkan pencapaian pribadi dan pengembangan personal anak.
  4. Peningkatan efisiensi. Anak akan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk melakukan hal yang sama dan dapat melakukannya dengan lebih baik.
  5. Mengurangi kelelahan mental. Dengan mengelola konsentrasi, sumber daya pikiran anak akan menjadi lebih efektif.

Permainan untuk Melatih Konsentrasi Anak

Dua Objek

Minta anak Anda untuk menatap benda di depannya. Tanpa menggerakkan kepala, perintahkan mereka untuk melihat objek kedua yang ditempatkan di sisi kanan nya. Anda kemudian harus memintanya untuk melihat objek pertama lagi selama lima detik dan kemudian, dengan hanya menggerakkan matanya, melihat objek kedua.

Permainan ini biasanya digunakan oleh para atlet sepakbola untuk melatih kemampuan mawas lingkungan mereka. Selain dapat meningkatkan konsentrasi, permainan ini juga dapat meningkatkan fokus dan kemampuan pengambilan keputusan.

Multitasking

Minta anak Anda untuk menggambar lingkaran dengan tangan kirinya. Segera setelah mereka melakukannya, perintahkan mereka untuk menulis angka dari 1 sampai 10. Setelah selesai, minta anak untuk bangun dan menari mengikuti sebuah lagu. Pastikan untuk terus melanjutkan untuk memberikan tugas-tugas singkat, satu demi satu.

Permainan ini akan membuat anak berkonsentrasi pada masing-masing tugas dan memperhatikannya dengan bak. Namun, pastikan juga bahwa permainan yang disiapkan adalah tugas yang tidak mengejutkannya dan membawa kesenangan.

Detektif Suara

Minta si anak untuk menutup matanya dan mengambil napas dalam-dalam. Tanpa membuka mata, perintahkan si kecil untuk mendengarkan semua suara yang dapat ia dengar. Bantu dia dengan memintanya untuk mencoba mendengar suara dari kamar lain atau bahkan dari jalan. Teknik ini terbukti sangat ampuh untuk dapat meningkatkan kemampuan menemukan rangsangan baru.

Belajar Bahasa Asing

Siapa bilang belajar bahasa Asing tidak bisa diubah ke mode bermain? Buktinya, di LingoAce, media belajar yang disediakan sangat beragam. Dari ilustrasi digital, video pembelajaran, game interaktif juga tersedia. Semua media ini sengaja disiapkan platform e-Learning ini untuk memastikan pembelajaran bahasa Mandarin berjalan autentik dan menarik.

Bukan cuma tentang media belajarnya, LingoAce juga fokus untuk memastikan konsep belajar bersama milik mereka berjalan semestinya. Realisasi terdekatnya ada pada layanan “Empat ke Satu”. Fitur ini memastikan anak dapat belajar dalam kapasitas terbaiknya dengan bantuan empat pendamping mulai dari Course Consultant, Learning Advisor, Guru, dan Operation Specialist.

Khusus untuk tenaga pengajarnya, LingoAce hanya mempekerjakan mereka yang native speaker dalam bahasa Mandarin. Selain itu, guru-guru di kursus Mandarin online ini juga harus lulus tes Ujian Kemampuan Putonghua setidaknya level 2-A dan memiliki akreditasi CTCSOL internasional.

Dari sisi kurikulumnya, LingoAce menggunakan silabus global untuk dapat menjangkau semua level peserta didik. Khusus untuk konsumen di Indonesia, startup edutech ini menyediakan dua jenis kurikulum yakni Kurikulum Internasional dan Kurikulum Singapura. Nah, kira-kira ananda di rumah cocok dengan kurikulum yang mana? Yuk cobain dengan daftar di kelas free trial sekarang juga!

- Advertisement -

Berita Lainnya

See More