4 Tahun Lagi, Anda Mungkin Bakal Pakai Smartphone Bekas

Ilustrasi smartphone (Source : Weeks of Geek)

Technologue.id, Jakarta – Pandangan terhadap smartphone bekas memang tak semua baik. Akan tetapi, tak bisa dipungkiri kalau gawai second memang menarik bagi sebagian orang karena harganya lebih terjangkau dibanding yang masih tersegel pabrik.

Menariknya, berdasarkan prediksi dari International Data Corporation (IDC), tahun 2020 mendatang penggunaan smartphone bekas dan refurbished bakal meningkat drastis. Jika di tahun 2015 saja peranti refurbished resmi yang laku mencapai 81,3 juta unit, maka empat tahun lagi populasi handset bekas bakal berlipat-lipat menjadi 222,6 juta unit. Secara persentase, kenaikannya adalah 22,3 persen.

“Dengan rata-rata banderol sebesar Rp 1,8 juta pada 2020, total market value dari smartphone bekas bakal mencapai Rp 405 triliun pada 2020 mendatang,” kata Anthony Scarsella, research manager IDC, seperti dikutip dari rilis pers mereka (21/11/16).

Prediksi IDC terkait penjualan smartphone bekas tahun 2020 (source: IDC)
Prediksi IDC terkait penjualan smartphone bekas tahun 2020 (source: IDC)

Di sejumlah pasar, misalnya di Amerika Serikat, gadget refurbished memang cukup diminati. Sebab, para retail, operator, dan produsen doyan menawarkan trade-in, atau tukar-tambah ponsel lama dengan produk yang masih segar ataupun baru dirilis. Namun lambat laun, strategi ini juga sudah mulai merambah Eropa dan Asia.

Apple adalah vendor yang doyan menawarkan smartphone refurbished. Samsung beberapa waktu lalu juga sudah menyusul dengan menjual beberapa seri Galaxy-nya.

Di Indonesia sendiri, penggunaan gadget bekas yang dijual resmi memang belum menjadi tren. Namun di sejumlah situs e-commerce lokal, ada beberapa perangkat refurbished bermerek yang sudah dijual dan menanti dibeli. Tentunya dengan harga yang lebih miring dibanding harga gresnya.

 

Baca juga:

Mengapa Smartphone Refurbished Harganya Murah?

Baterai ini Mampu Mengisi Daya Dalam Hitungan Detik

Apple Daftar Paten iPhone Lipat