Technologue.id, Jakarta – Bagi kebanyakan para pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah impian tersendiri. Namun, tidak semudah itu ternyata untuk bisa lolos SBMPTN.

Berdasarkan data dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, tahun 2017 ada 148.066 peserta dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa baru di 85 PTN. Namun, jumlah itu tergolong sedikit, yakni sekitar 14 persen dari total pendaftar yang mencapai 797.738 peserta.

Baca juga:

Pengguna Snapchat Makin Banyak, Tapi…

Mengutip rilis pers yang diterbitkan Quipper (10/08/17), diduga sedikitnya presentase capaian tersebut terjadi karena masih banyak pelajar yang belum terbiasa dengan sistem Computer Based Test (CBT) SBMPTN.

Untuk membantu para pelajar agar bisa maksimal dalam menjalani tes SBMPTN, baik dari segi pembelajaran maupun familiarisasi metode, Quipper mencoba memberikan solusi. Penyedia layanan khusus online itu mengklaim layanannya sudah berhasil membantu siswa-siswi lulus SBMPTN.

Baca juga:

Game RPG Lego Quest & Collect Makin Populer, Masa Sih Belum Coba?

41 Persen Peserta Kursus Online Lolos SBMPTN, Apa Rahasianya?
Tim Quipper Indonesia (source: Quipper)

Dari riset internal yang mereka lakukan, pengguna Quipper Video yang telah terbiasa untuk belajar dengan menggunakan metode berbasis komputer dan internet menunjukan hasil yang cukup signifikan. Terbukti, 41 persen pelajar sekaligus pengguna Quipper lulus SMBPTN. Rata-rata, mereka belajar dengan menggunakan Quipper Video selama 3 jam per harinya.

Selain itu, sebanyak 87 persen dari mereka merasa puas dengan materi persiapan dan pembelajaran SBMPTN di Quipper Video. Menurut mereka, materi dari startup yang beroperasi di enam negara itu tergolong lengkap, menarik, dan komprehensif.

Baca juga:

SoundCloud Dapat Suntikan Dana, Akankah Selamat?

Quipper Video sendiri kini telah digunakan lebih dari 500 ribu pelajar sedunia. Adapun layanan lain mereka, yakni Quipper School, telah menjaring lebih dari 250 ribu guru di Indonesia.