5 Pertimbangan Sebelum Membeli Headset VR

Technologue.id, Jakarta – Keberadaan headset virtual reality (VR) mengubah cara pengguna berinteraksi dengan sekitar. Pengguna tidak akan melihat konten lagi di monitor komputer atau di depan televisi, tapi berinteraksi langsung dengan masuk kedalam dunia game yang sedang dimainkan. Di pasaran, ragam produk headset VR mudah ditemui. Dari yang memiliki fitur standar sampai perangkat premium yang dibanderol harga tinggi.
Memilih headset VR tentu tergantung pada kebutuhan Anda. Jangan sampai tergiur produk harga mahal namun tidak bisa memanfaatkan fitur-fiturnya secara maksimal. Berikut beberapa pertimbangan yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan membeli sebuah headset VR:
1. Desain
Desain minimalis menjadi salah satu dambaan pengguna headset VR. Mereka akan mengenakan perangkat tersebut hingga berjam-jam di kepala sehingga tentu saja produknya harus yang ringan dan simple. Headset VR yang berat akan membuat kenyamanan bermain game berkurang. Imbasnya, permainan tidak terasa seru. Salah satu headset VR premium yang ringan di kelasnya adalah Acer Windows Mixed Reality (WMR). Bobot perangkat ini hanya 360 gram.
2. Sensor eksternal
Saat memainkan konten VR, headset VR harus disandingkan dengan kamera dan sensor tambahan agar dapat bekerja maksimal. Anda harus menempatkan sensor eksternal tersebut, biasanya di sudut ruangan, agar bisa mendeteksi gerakan tubuh. Setiap ingin bermain, Anda terlebih dahulu set up alat. Hal ini tentu tidak praktis, mengingat sudah ada produk headset VR yang telah dibenamkan sensor internal agar dapat langsung memulai permainan secara plug-and-play. Sensor internal ini juga dilengkapi dengan fitur 6 degress of freedom untuk mendeteksi gerakan, sehingga Anda bisa bergerak bebas ke kiri-kanan dan maju-mundur.
3. Layar LCD dan Field of View (FoV)
Dua layar LCD pada headset VR mencerminkan tampilan nyata dalam dunia virtual. Apa yang kita lihat di sana mempresentasikan penglihatan nyata, yang juga tergantung pada resolusi layar headset. Semakin tinggi ukuran pixels layar suatu headset, maka akan tampak lebih tajam dan jernih. Resolusi tinggi 1.440×1.440 piksel ditambah sudut pandang 95 derajat akan membuat dunia virtual semakin mendekati dengan kenyataan.
4. Frame rate
Merasa pusing (motion sickness) saat bermain game VR, maka perhatikan besaran frame rate-nya. Untuk memperoleh kenyamanan dalam menggunakan VR, dibutuhkan refresh rate dengan nilai minimal 60Hz – 75Hz. Bahkan ada juga produsen yang menawarkan framerate minimal 90fps, yang notabene merupakan framerate minimal untuk menikmati konten VR tanpa merasa pusing.
5. Harga
Pertimbangan membeli perangkat gaming tentu balik lagi kepada budget Anda. Kesiapan dana menentukan produk yang akan dibeli. Semakin tinggi harga headset VR tentu saja sajian visual dan aspek kenyamanannya akan terjamin lebih baik.

Recent Articles

Game KartRider Rush+ Bawa Banyak Hal Baru di Update Season Kedua

Technologue.id, Jakarta - Update terbaru KartRider Rush+ bawa kendaraan, mode, dan hal baru lainnya saat game balapan kart populer memulai season keduanya...

Viral ‘Lagu Untukmu Indonesia’ Dinyanyikan Bule-bule Fasih Bahasa Indonesia

Technologue.id, Jakarta - Penyanyi muda berbakat Bernard Dinata menggarap Lagu Untukmu Indonesia sebagai aksi memerangi virus COVID-19 lewat nada. Lagu ini menjadi...

Xiaomi Black Shark 3S Hadirkan Sensasi Main Game di PC

Technologue.id, Jakarta - Belum lama Black Shark 3 dirilis, Xiaomi tampaknya sudah mulai merencanakan untuk merilis versi penyempurnaannya dalam waktu dekat, yakni...

Menghitung Jam, Samsung Galaxy Unpacked 2020 Digelar Malam Ini

Technologue.id, Jakarta - Samsung Galaxy Unpacked tinggal menghitung jam. Digelar secara virtual, acara akbar ini dapat disaksikan lewat situs web dan sejumlah...

Koki Legendaris Sisca Soewitomo Gantung Panci, Netizen Menjerit

Technologue.id, Jakarta - Koki legendaris Sisca Soewitomo memutuskan pensiun dari karirnya. Melalui akun Instagram miliknya, wanita yang kerap tampil dalam acara masak-masak...

Related Stories