Technologue.id, Jakarta – Phishing merupakan salah satu cara lama dari serangan siber, yaitu ketika seseorang berpura-pura menjadi orang lain dan berusaha mengelabui hingga korban menyerahkan informasi data pribadi.

Hal ini masih menjadi ancaman nyata seiring dengan teknik yang digunakan semakin canggih, dengan penipuan dan berita bohong yang berkembang semakin nyata dan meyakinkan serta terus ada di perbincangan dan interaksi kita di dunia maya.

Ada banyak bentuk phishing, termasuk pesan teks, email, profil media sosial, post, dan pesan atau situs web palsu. Biasanya, penipu akan mengirimkan pesan yang seolah-olah berasal dari perusahaan ternama atau berpura-pura menjadi seseorang yang Anda kenal agar Anda memberikannya kata sandi atau nomor kartu kredit. Ketika mereka menerima informasi tersebut, mereka akan mengambil keuntungan dari akses ke data pribadi Anda.

Taktik phishing yang paling umum digunakan biasanya menargetkan sisi emosional orang dengan tujuan untuk mengelabui. 5 (Lima) contoh phishing yang kerap ditemui misalnya:

- Advertisement -

• Harga rendah dalam waktu yang terbatas!
Anda menerima pesan yang menawarkan diskon menarik untuk merek yang Anda sukai. Informasi tersebut mungkin mengandung tautan ke peritel online palsu dan membuat Anda melakukan pembelian. Tetapi ketika Anda mengkliknya, Anda diarahkan ke situs web palsu atau dibuat mengunduh malware yang mencuri informasi.

Seringkali pesan phishing ini meminta Anda untuk melakukan tindakan segera atau memberikan data pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu kredit.

• Saya sangat membutuhkan pertolongan Anda!
Seseorang mengaku sebagai salah satu kerabat atau teman Anda mengirimkan pesan bahwa ia sedang dalam masalah dan membutuhkan dana. Ketika Anda membalas pesan tersebut, penipu akan memanfaatkan kebaikan Anda dan memancing Anda untuk mengirimkan uang atau memberikan data pribadi. Berhati-hatilah terhadap sapaan dan situs web atau alamat email yang panjang dan rumit.

• Anda sangat menawan!
Seseorang mengirimkan Anda pesan romantis dengan harapan untuk mendapatkan kepercayaan Anda. Tapi waspadalah, akhir dari taktik ini adalah untuk membuat Anda mengirimkan mereka uang.

• Selamat, Anda menang!
Pesan seperti ini mengklaim bahwa Anda telah memenangkan lotre, namun selalu ada pancingan di dalamnya. Untuk mendapatkan ‘hadiah’ tersebut, Anda harus membayar biaya keanggotaan atau membagikan data pribadi. Seperti pesan-pesan phishing lainnya, pesan ini biasanya mengandung kesalahan kata dan tata bahasa. Jika Anda perhatikan
lebih jauh, pesan ini juga memiliki tautan palsu – seperti tautan web yang mengandung nama perusahaan atau brand, namun terdapat kesalahan dalam pengejaan.

• Akun Anda telah diretas, namun kami bisa membantu Anda.
Taktik ini mengklaim bahwa salah satu akun online Anda telah disusupi atau dihapus, tetapi kabar baiknya, pengirim pesan dapat membantu Anda …dengan syarat Anda harus memberikan data pribadi.