5 Tips Mudah dan Aman untuk Backup Semua Data

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Dengan adaptasi kebiasaan baru bekerja dan bersekolah dari jarak jauh, perlindungan data digital semakin penting dilakukan, terutama untuk dokumen pekerjaan yang krusial.

Pastinya, tidak ada satu orang pun yang mau menghadapi mimpi buruk kehilangan proposal klien penting ataupun skripsi dan tugas kuliah – hanya karena kesalahan teknis komputer atau ketumpahan air di gadget. Kehilangan perangkat elektronik memang menyebalkan, tapi kehilangan files yang berharga, seperti foto, dokumen, dan video, ini lebih sulit untuk digantikan. 

Menjelang World Backup Day yang dirayakan pada tanggal 31 Maret, Western Digital mengundang semua pengguna PC dan smartphone untuk melakukan backup data berharga di semua perangkat elektronik. Berikut ini adalah tips-tips dari Western Digital untuk mem-backup file di PC, tablet, maupun smartphone dengan aman dan mudah!

Baca Juga:
Tips Kembalikan Email yang Tak Sengaja Terhapus

Atur backup data otomatis

Semakin sering Anda melakukan back-up, semakin baik. Tapi jangan khawatir membuang banyak waktu, karena sekarang, ada banyak sekali solusi penyimpanan seperti cloud dan hard disk yang sudah memiliki fitur backup data otomatis. Fitur ini memudahkan pengguna untuk menjadwalkan backup data otomatis, entah itu setiap beberapa hari, minggu, atau bulan sekali.

Buat pengarsipan yang rapi.

Simpan foto, video, dan dokumen-dokumen penting ke perangkat penyimpanan yang aman, seperti hard disk atau flash disk. Lalu, arsipkan semua data ini setiap 2 tahun sekali, dan jika memungkinkan, pindahkan semua arsip ke perangkat penyimpanan berbeda, setiap 3-5 tahun sekali. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kerusakan perangkat elektronik, sehingga cadangan file bisa selalu aman, bahkan dalam jangka waktu yang panjang. Inilah mengapa, seiring dengan kemajuan teknologi digital, semakin diperlukan perangkat penyimpanan berkapasitas besar – apalagi jika Anda memiliki banyak video, film, ataupun game yang membutuhkan space yang lebih besar.

Selalu gunakan hardware dan software yang ter-enkripsi

Pada umumnya, data atau file paling rawan untuk hilang atau disalahgunakan ketika sedang ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Dengan selalu menggunakan hardware dan software yang ter-enkripsi, maka file Anda akan lebih aman.

Teknologi enkripsi sangat bermanfaat untuk melindungi data sensitif, termasuk informasi sensitif terkait file personal atau perusahaan. Karena itulah, Western Digital juga selalu melengkapi semua perangkat penyimpanannya dengan enkripsi canggih, sehingga Anda bisa selalu tenang menyimpan berbagai jenis file.

Baca Juga:
Tips Sortir Foto dan Video WhatsApp agar Memori Handphone Tak Cepat Penuh

Gunakan kata sandi.

Gunakan kata sandi agar keamanan data tetap terjaga dan terhindar dari risiko dicuri atau disalahgunakan oleh pihak lain. Pilih kombinasi password yang tidak bisa ditembus oleh peretas, jangan pakai urutan angka dan nama yang mudah ditebak.

Ingat aturan 3-2-1 untuk backup data

Ketika melakukan backup data, banyak orang yang bingung, dimana sebaiknya menyimpan semua file yang dimiliki? Dimana sebaiknya menyimpan “database”? Dalam hal backup data, sangatlah berisiko jika Anda hanya menyimpannya di satu perangkat tunggal – misalnya hanya di laptop. Sebab, jika terjadi kerusakan, akan sangat sulit untuk bisa mengembalikan data-data yang sudah hilang di perangkat tersebut. Untuk itu, ingatlah aturan 3-2-1 untuk backup data yang lebih aman:Anda harus memiliki minimal 3x salinan data, Simpan 2 salinan data di 2 lokasi yang berbeda, dan Simpan 1 salinan data secara offline.

Sebagai contoh, Anda bisa mem-back-up data ke laptop, cloud, dan smartphone, tapi pastikan untuk selalu memiliki cadangan data di 1 perangkat yang bisa diakses secara offline, seperti hard disk. Sehingga, Anda bisa mengakses data-data kapanpun dan dimanapun Anda berada.

Untungnya, banyak gadget terbaru di pasaran yang siap membantu Anda untuk melakukan backup dengan mudah.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories