5G Dorong Perubahan Perilaku Pengguna Smartphone di Indonesia

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Saat ini, konektivitas seluler menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan bisnis saat bekerja atau belajar jarak jauh.

Berdasarkan Ericsson ConsumerLab, The Future Urban Reality, konsumen Indonesia rata-rata online selama 3 jam lebih lama setiap harinya, atau sekitar 8 jam 45 menit per hari. Selain itu, lebih dari separuh waktu yang digunakan untuk online terjadi pada smartphone.

Selain itu, di Indonesia, sudah ada landasan kuat untuk penerapan 5G. 19% pengguna smartphone di perkotaan memiliki smartphone yang mendukung 5G, di mana sekitar 5 juta pengguna akan beralih ke 5G dalam dua tahun pertama setelah jaringan 5G tersedia secara komersial.

Baca Juga:
Pengguna 5G Bisa Tembus 580 Juta di Akhir 2021

Pun saat ini, pengguna device 5G-ready sudah menghabiskan waktu untuk aplikasi AR 3 jam lebih banyak per minggu dan pada enhanced media 1,5 jam lebih banyak per minggu dibandingkan dengan pengguna 4G.

Sementara itu, pada 2025, konsumen di Indonesia diperkirakan akan menghabiskan 7,5 hingga 8 jam seminggu untuk cloud gaming dan aplikasi AR atau VR.

Pandemi juga telah meningkatkan kebutuhan akan 5G dengan kualitas lebih baik di dalam ruangan. Dengan minat tinggi terhadap home broadband 5G dan 25% pengguna menganggap Akses Nirkabel Tetap (Fixed Wireless Access, FWA) sangat relevan, FWA menjadi peluang besar untuk 5G di negara ini.

Calon pengguna awal (early adopter) 5G di Indonesia pada dasarnya mencari tiga hal: kecepatan lebih tinggi, jaringan yang terpercaya, dan inovasi. 4 dari 5 mengharapkan kecepatan 5G lebih tinggi sementara sekitar 3 dari 5 mengharapkan jaringan aman.

Baca Juga:
5 Smartphone OPPO yang Mendukung Jaringan 5G

Pada saat sama, konsumen bersedia membayar 50% lebih banyak untuk paket 5G, yang digabung dengan layanan digital – misalnya, 70% berpendapat bahwa pengalaman olahraga dan konser di lokasi langsung (in-venue) 5G sepadan dengan uang yang mereka keluarkan. Dengan kata lain, peningkatan pendapatan terbesar untuk penyedia layanan komunikasi masih akan didapatkan dari penggabungan layanan digital dengan tarif 5G untuk meyakinkan konsumen tentang nilai platform jaringan 5G.

“Sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, kami, Ericsson, berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah guna memperluas jangkauan dan kapasitas jaringan yang kuat seraya memastikan Indonesia tetap terdepan dalam pengembangan 5G,” kata Jerry Soper, Country Head, Ericsson Indonesia.

- Advertisement -

Latest News

Vivo Y53s Meluncur di Indonesia, Ini Spek dan Harganya

Technologue.id, Jakarta - vivo Indonesia secara resmi mengumumkan kehadiran vivo Y53s sebagai generasi Y-Series terbaru di Indonesia. Konsumen kini bisa mendapatkan vivo...

Debut Realme GT Master Edition dan Explorer Edition Dirancang Desainer Kawakan

Technologue.id, Jakarta - Realme resmi meluncurkan seri realme GT Master Edition di Tiongkok pada 23 Juli 2021. Dalam balutan desain dari Naoto...

Game Mobile Sambangi Netflix, Tanpa Biaya Tambahan

Technologue.id, Jakarta - Netflix akan menghadirkan konten game di platformnya. Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh perusahaan. "Kami juga...

Kementerian BUMN Luncurkan Aplikasi FitAja!

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak dibidang Healthcare meluncurkan platform kesehatan dalam rangka memperluas akses Digital...

Advan Luncurkan G5 Plus, Harga Rp 1 Jutaan

Technologue.id, Jakarta - Advan kembali meluncurkan smartphone murahnya. Adalah Advan G5 Plus, smartphone yang memiliki RAM 3GB ini dibandrol dengan harga Rp...

Related Stories