Technologue.id, Jakarta – Komersialisasi teknologi 5G secara massal masih butuh waktu. Ketika teknologi jaringan mulai menatap 5G sebagai masa depan, muncul pertanyaan ‘bagaimana nasib generasi jaringan lawas, seperti 2G dan 3G’?

Dominikus Susanto, Senior Manager Marketing Qualcomm Indonesia, menampik kemungkinan 2G, 3G, dan 4G akan tenggelam seiring kemunculan 5G. Tiga generasi teknologi jaringan itu dinilai masih akan relevan memenuhi kebutuhan pelanggan sekalipun 5G nanti tiba.

Menurutnya, 5G bukan cuma untuk industri, akan tetapi juga bisa melayani pengguna umum. Implementasi 5G akan lebih berguna untuk perangkat yang terhubung internet (Internet of Things/ IoT).

“Kalau penghapusan jaringan itu bukan area Qualcomm, tapi pemerintah yang mengatur. Frekuensi yang digunakan di jaringan selular saat ini kan ada yang di frekuensi 800MHz, 1GHz, 2GHz, semua itu termasuk yang bisa dipakai untuk 5G,” tutur Susanto.

Baca Juga:
Ramaikan 5G, 20 Vendor Ponsel Adopsi Qualcomm Snapdragon 855

- Advertisement -

Sebagai teknologi generasi kelima, ada tiga keunggulan jaringan ini dibanding beberapa pendahulunya. “5G menawarkan kecepatan lebih tinggi, latensi lebih rendah untuk mission critical, dan kapasitas lebih besar,” ucapnya.

Ia melanjutkan, “Kebutuhan pengguna semakin besar. Saking sedemikian besar, saat ini voice saja di-convert menjadi data. Misalnya panggilan telepon melalui aplikasi WhatsApp.”

Qualcomm sendiri menawarkan chipset Snapdragon 855 dan modem 5G X50 untuk memfasilitasi kebutuhan Original Equipment Manufacturer (OEM) merakit smartphone 5G. Perusahaan semikonduktor tersebut memastikan ponsel pintar pertama bertenaga Snapdragon 855 bisa dicicip mulai tahun depan.