Acer Jadi Korban Ransomware, Diminta Tebusan Rp 721 M

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Serangan siber marak terjadi belakangan ini. Dan sekarang, perusahaan teknologi asal Taiwan, Acer yang menjadi korbannya.

Seperti dilansir dari Ubergizmo, Selasa (23/3/2021), Acer menjadi korban serangan ransomware terbesar sepanjang sejarah. Total tebusannya adalah US$ 50 juta atau sekitar Rp 721 miliar.

Serangan ini dilancarkan oleh kelompok hacker kenamaan bernama REvil. Mereka meminta tebusan dibayarkan paling lambat hingga 28 Maret 2021.

Baca Juga:

Waspada Clubhouse Palsu Intai Pengguna Smartphone

REvil sendiri mengaku telah memiliki sejumlah data rawan milik perusahaan Acer. Jika tebusan tidak dibayarkan, maka data-data tersebut akan dibocorkan.

Hingga saat ini Acer belum mengakui bahwa mereka telah menjadi korban ransomware REvil. Namun perusahaan tidak mengelak kalau serangan memang ada.

“Perusahaan seperti kami terus-menerus diserang. Untuk itu kami secara rutin memantau sistem TI dan sebagian besar serangan berhasil digagalkan,” ujar Acer dalam keterangan resminya.

Baca Juga:

Pelaku Kejahatan Siber Memanfaatkan Tema Vaksin


“Kami telah melaporkan situasi abnormal yang terjadi baru-baru ini kepada penegak hukum dan otoritas perlindungan data di banyak negara,” lanjutnya.

Serangan ransomware sendiri sebelumnya telah terjadi, menimpa The Witcher dan Cyberpunk 2077. Namun korban menolak untuk membayar tebusan sehingga beberapa data dibocorkan ke publik oleh hacker.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories