Technologue.id, Jakarta – Serangan Petya tak bisa diremehkan. Sejumlah sistem perbankan telah lumpuh karenanya, malware ini juga sempat menonaktifkan sistem monitoring radiasi otomatis pada sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina, Chernobyl. Singkatnya, ransomware yang diduga berasal dari Ukraina tersebut terpantau sudah mulai menyebar ke seluruh dunia dan berpotensi menyusup ke Indonesia.

Serangan siber yang terjadi saat libur Hari Raya Idul Fitri ini menurut Acronis menggunakan EternalBlue (software yang memanfaatkan bug tertentu), mirip atau bahkan serupa dengan WannaCry yang menyebar luas Mei lalu. Bedanya, Petya mempengaruhi Master Boot Record (MBR), jadi ransomware ini akan me-reboot terlebih dahulu komputer yang terinfeksi. Setelah itu, file di Master File Table (MFT) hard drive pun dienkripsi yang membuat MBR tidak bisa dioperasikan.

Dari sini, Petya pun bisa melarang akses ke sistem karena informasi seperti file, ukuran, dan lokasi dari hard drive fisik sudah dicuri. Kemudian, Petya mengganti MBR PC atau laptop terinfeksi dengan kodenya sendiri. Dampaknya, user pun akan melihat note permintaan tebusan setelah perangkat dinyalakan.

Tak selang lama, Acronis mengklaim pada Technologue.id (29/06/17) bahwa mereka bisa menanggulangi serangan Petya. Dalam rangkaian tes yang telah mereka lakukan, antivirus Acronis Active Protection diklaim mampu mendeteksi karakteristik virus dari ransomware tersebut sehingga bisa mencegahnya merasuk ke sistem.

Hasil pendeteksian Acronis terhadap ransomware Petya (source: Acronis)

Barangkali, menggunakan antivirus Acronis bisa menjadi opsi jaga-jaga, selain Anda bisa melakukan penanganan sederhana seperti rajin memperbarui sistem operasi Windows yang Anda pakai dan menggunakan software asli.

 

Baca juga:

Begini Cara Mengantisipasi Ransomware Petya

Waspada, “WannaCry Jilid Dua” Menyerang Lagi!

Kaspersky: Ransomware yang Sedang Menyerang Ini Bukan Petya