Adopsi Teknologi Anyar, Jaringan Smartfren Bisa Tembus Gedung Tinggi

Tim jaringan Smartfren, Christian Daigneault dan Andy Xiong bersama perangkat Massive MIMO ZTE (Denny Mahardy/Technologue.id)

Technologue.id, Jakarta – Akses internet sudah menjadi kebutuhan dasar bagi sebagian orang. Smartfren sebagai operator telekomunikasi yang menyediakan layanan internet mobile mengaku perusahaannya sudah mengadopsi teknologi baru untuk meningkatkan kualitas akses internet bagi pelanggannya.

Teknologi baru yang dipakai Smartfren itu bernama Massive Multi Input Multi Output (MIMO) dan Multi-Antenna Space Division Multiple Access (SDMA). Teknologi tersebut merupakan buah karya ZTE Corporation, penyedia solusi telekomunikasi asal Tiongkok.

Diakui Christian Daigneault, CTO Smartfren bahwa kedua teknologi itu bisa membuat akses jaringannya semakin stabil. Hebatnya lagi, Massive MIMO memiliki kemampuan menjangkau area sampai lima kilometer dan bisa menembus gedung setinggi 30 lantai.

“Biasanya koneksi jaringan itu susah menembus gedung, Massive MIMO memberi solusi atas permasalahan itu. Teknologi ini juga sebagai persiapan kami membangun infrastruktur menyambut teknologi 5G,” kata Christian di kantor Smartfren di Serpong, Tangerang.

Soal kecepatan, Massive MIMO diklaim dapat menyajikan kecepatan hingga 400 Mbps. Pengalaman lebih baik yang bakalan dinikmati pelanggan Smartfren disebutkan karena Massive MIMO buatan ZTE dilengkapi antena sampai dengan 64 buah, berbeda jauh dengan perangkat lain yang masih memakai 2×2 atau 4×4 antena.

“Massive MIMO mampu menjangkau handset secara langsung karena antenanya banyak, tidak perlu mengantre seperti yang terjadi sekarang. Ini seperti, satu jalur hanya untuk satu handset, maka hasilnya kecepatan cepat dan koneksinya stabil,” jelas Christian.

Andy Xiong, Director ZTE Indonesia menambahkan solusi Pre5G Massive MIMO yang diterapkan perusahaannya mampu menawarkan peningkatan signifikan atas jaringan 4G. “Peningkatan itu yang memungkinkan operator untuk menyediakan pengalaman 5G pada perangkat 4G dalam jangka waktu yang pendek,” jelas Andy.

Bagi operator, lanjut Andy, solusi teknologi yang disediakannya ini akan membuat operator bisa menghemat biaya investasi jaringannya. “Biaya konstruksi jaringan, implementasi penyebaran jaringan lebih cepat dan tentu efektivitas biaya yang mereka keluarkan,” tandas Andy.

Teknologi Massive MIMO maupun SDMA telah diujicoba Smartfren di beberapa lokasi yang dianggap padat trafik. Tempat ujicoba tersebut antara lain Mall Teraskota, Tangerang serta dua lokasi lain di Surabaya.

Baca juga :
Peluk Wanita Tangguh Indonesia, XL Axiata Pakai Cara Ini

Indosat Ooredoo vs XL Axiata di Malam Tahun Baru 2017, Menang Siapa?

Begini Moncernya Kiprah XL Axiata di Awal Desember