Aduh, Serangan Ransomware WannaCry Banyak Terjadi di Negara Ini!

Ilustrasi malware (source: pixabay)

Technologue.id, Jakarta – Akhir pekan lalu, mata dunia seakan terbelalak karena adanya serangan ransomware yang begitu masif. Sejumlah perusahaan hingga rumah sakit bahkan tersungkur karena sepak terjang teroris digital itu, misalnya Russian Central Bank sampai Rumah Sakit Dharmais di Jakarta.

Itu hanyalah sampel yang sangat sedikit dari data serangan WannaCry yang berhasil dicatat. Pasca menganalisis serangan WannaCry di seluruh dunia, Kaspersky Lab menyimpulkan bahwa ada setidaknya 45 ribu upaya infeksi yang dilakukan jenis baru malware itu di 74 negara.

Namun, tak perlu terlalu khawatir, tak ada nama Indonesia di daftar 20 negara top yang menjadi target WannaCry. Alih-alih terdistribusi secara proporsional, mayoritasnya menyasar ke Rusia, tepatnya sebanyak 70 persen lebih.

Distribusi serangan Wannacry berdasarkan negara (source: Kaspersky)

Dari rilis yang kami terima (15/05/17), Kaspersky Lab sendiri berhasil mendeteksi malware yang digunakan dalam serangan ini dengan nama deteksi berikut ini:
– Trojan-Ransom.Win32.Scatter.uf,
– Trojan-Ransom.Win32.Scatter.tr,
– Trojan-Ransom.Win32.Fury.fr,
– Trojan-Ransom.Win32.Gen.djd,
– Trojan-Ransom.Win32.Wanna.b,
– Trojan-Ransom.Win32.Wanna.c,
– Trojan-Ransom.Win32.Wanna.d,
– Trojan-Ransom.Win32.Wanna.f,
– Trojan-Ransom.Win32.Zapchast.i,
– Trojan.Win64.EquationDrug.gen,
– Trojan.Win32.Generic (komponen System Watcher harus di enabled).

Nah, untuk menanggulanginya atau meminimialisir risiko infeksi, perusahaan keamanan asal Rusia itu menyarankan agar Anda untuk:
– Meng-install patch resmi dari Microsoft yang menutup kerentanan yang digunakan dalam serangan tersebut.
– Memastikan solusi keamanan diaktifkan pada semua nodes di jaringan
– Jika Anda menggunakan Kaspersky, pastikan fitur System Watcher aktif serta jalankan proses Critical Area Scan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi sesegera mungkin.
– Reboot sistem setelah mendeteksi MEM: Trojan.Win64.EquationDrug.gen

Saat ini, para ahli Kaspersky Lab sedang berusaha untuk memahami apakah ada kans untuk mendekripsi data yang terkunci karena serangan tersebut. Harapannya, tentu saja agar para korban tak perlu terperdaya tipu muslihat pihak tak bertanggung jawab di balik WannaCry dengan mengembangkan alat dekripsi sesegera mungkin. Sementara, para korban WannaCry diimbau untuk tidak membayarkan tebusan kepada pelaku.

 

Baca juga:

Mematikan Komputer dan Internet Tak Cukup Tangkal Ransomware WannaCry

Serangan Ransomware di Seluruh Dunia Meningkat 50%

Waspada, Beli Smartphone Flagship Baru Dapat Bonus Malware!