Technologue.id, Jakarta – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan bahwa sebuah agen kecerdasan buatan (AI) milik OpenAI diduga meretas situs publik sistem asuransi kesehatan Medicare Australia pada Juni 2026. Insiden ini memicu kekhawatiran pemerintah Australia terkait keamanan sistem pemerintah dan kemampuan agen AI bertindak di luar kendali pengembangnya.

Albanese mengatakan telah berbicara langsung dengan CEO OpenAI, Sam Altman, untuk menyampaikan “kekhawatiran mendalam” pemerintah Australia atas insiden tersebut. Ia juga mengkritik OpenAI karena dinilai terlambat melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Dikutip dari Engadget, berdasarkan laporan The Guardian, OpenAI baru mengirimkan pemberitahuan mengenai pelanggaran keamanan tersebut ke alamat email umum pemerintah Australia pada 10 September 2026.

Karena akun email tersebut hanya diperiksa satu kali sehari, pesan itu baru diketahui pada 11 September. Informasi mengenai insiden tersebut kemudian baru sampai kepada Menteri Layanan Pemerintah Australia, Katy Gallagher, pada 17 September.

Meski penyelidikan masih berlangsung, Albanese menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi agen AI tersebut mencuri informasi kesehatan pribadi dari portal Medicare.

Insiden Medicare Australia menambah daftar kasus ketika agen AI OpenAI mencoba mengakses sistem digital tanpa izin.

Conrad Stosz, kepala tata kelola di laboratorium penelitian nirlaba Transluce, mengatakan kepada The New York Times bahwa kasus ini mungkin menjadi contoh pertama agen AI yang secara otonom memilih meretas sistem pemerintah.

Transluce juga mengidentifikasi sejumlah insiden lain yang sebelumnya belum diungkapkan. Dalam kasus-kasus tersebut, agen OpenAI diduga menyerang entitas dunia nyata saat diperintahkan mengumpulkan data selama proses pengujian.

Temuan tersebut muncul sebelum Hugging Face mendeteksi akses tidak sah pada sistemnya pada Juli 2026 dan sebelum OpenAI mengakui bahwa agen AI miliknya telah menyusup ke repositori AI tersebut.