Aksi Nyata TikTok Dukung Kreator Kulit Hitam

Technologue.id, Jakarta – TikTok mengambil serangkaian tindakan untuk mengatasi kritik bahwa algoritma rekomendasinya menekan kreator kulit hitam.

Langkah-langkah ini termasuk meluncurkan program yang disebutnya “creator diversity council” yang bertujuan untuk “mengenali dan mengangkat suara-suara yang mendorong budaya, kreativitas, dan percakapan penting pada platform,” tulis perusahaan itu dalam sebuah posting blog, sesuai dikutip dari The Verge (1/6/2020).

Baca Juga:
TikTok Sabet Predikat Aplikasi Terlaris

TikTok mengatakan akan menilai kembali strategi moderasinya, membangun proses banding “ramah pengguna” baru, dan mengembangkan portal pembuat konten baru untuk memperluas komunikasi dan “peluang untuk komunitas pembuat konten kami yang lebih luas.”

TikTok mengatakan akan “berdiri dalam solidaritas dengan Black community” pada hari Selasa (2/6) dengan berpartisipasi dalam “Black Out Tuesday,” hari aksi melawan ketidakadilan rasial yang digagas oleh industri musik.

Aplikasi berbagai video besutan ByteDance itu mengatakan akan menutup halaman Sounds-nya, mematikan semua playlist dan kampanye “untuk mengamati momen refleksi dan aksi.”

Tidak hanya itu, platform ini juga menjanjikan sumbangan sebesar US$ 3 juta atau sekitar Rp43 mliliar untuk nirlaba yang membantu komunitas kulit hitam, serta sumbangan US$ 1 juta atau Rp14 miliar secara terpisah untuk mengatasi ketidakadilan dan ketidaksetaraan rasial. Namun, TikTok tidak menyebut nama organisasi tertentu di blognya.

“Kami menghargai pertanggungjawaban. Kami tahu bahwa mencapai tempat kepercayaan akan membutuhkan pekerjaan, tetapi kami berdedikasi untuk melakukan bagian kami saat kami terus mengembangkan ruang di mana setiap orang dilihat dan didengar,” tulis perusahaan itu.

Baca Juga:
Rating Turun, Google Hapus Review Negatif di Tiktok

Pada bulan Mei, pengguna TikTok mulai mengubah gambar profil mereka menjadi simbol kekuatan hitam untuk memprotes sensor kreator kulit hitam. Menurut CNN, pengguna TikTok akan berhenti mengikuti pengguna lain yang tidak mendukung gerakan ini, dan kreator kulit hitam meminta sekutu non-kulit hitam untuk mengikuti setidaknya satu kreator kulit hitam baru.

Pekan lalu, TikTok tampaknya membatasi hasil pencarian untuk tagar seperti #acab dan #fuckthepolice. Pengguna masih dapat menggunakan tag, tetapi video mereka tidak akan muncul saat mencari tag. Menurut Slate, TikTok menyensor video oleh kreator yang dianggap rentan terhadap cyberbullying, seperti pengguna yang mengidap autisme, Down syndrome, tanda lahir, atau “sedikit juling”.

Recent Articles

Data Pelanggan Bocor, Telkomsel Janji Berbenah

Technologue.id, Jakarta - Telkomsel secara resmi menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan data pelanggan. Anak perusahaan Telkom Group tersebut mengaku akan berbenah agar...

Kisah Hidup Karakter Antonio dari Free Fire

Technologue.id, Jakarta - Free Fire adalah game mobile battle royale paling populer di dunia saat ini. Game ini memiliki sistem karakter yang...

TikTok Hapus 50 Juta Video Bermasalah di Paruh Kedua 2019

Technologue.id, Jakarta - Aplikasi media sosial TikTok mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 49 juta video dari platformnya selama paruh kedua...

Bercerai dengan Intel, Segini Keuntungan yang Didapat Apple

Technologue.id, Jakarta - Dalam gelaran WWDC 2020, Apple mengkonfirmasi perpisahannya dengan Intel. Sejumlah pihak menilai keputusan ini diambil guna menghemat pengeluaran perusahaan.

WFH Bikin Penjualan PC Meningkat Secara Global

Technologue.id, Jakarta - Pandemi Covid-19 banyak mengubah paradigma tentang banyak hal, termasuk bisnis. Beberapa industri ada yang berdampak sangat buruk, namun di...

Related Stories