Technologue.id, Jakarta - Platform live streaming milik Twitch mengambil langkah baru untuk memerangi praktik viewbotting, yakni upaya menaikkan jumlah penonton secara artifisial menggunakan bot atau layanan pihak ketiga. Kebijakan baru ini diumumkan langsung oleh CEO Twitch, Dan Clancy, melalui unggahan di media sosial X.

Dalam pernyataannya, Clancy mengatakan Twitch akan mulai menerapkan jenis penegakan baru terhadap streamer yang terbukti terus-menerus menggunakan viewbotting. Salah satu sanksi yang disiapkan adalah pembatasan jumlah concurrent viewers (CCV) atau penonton bersamaan pada kanal pelanggar selama periode tertentu.

“Hari ini, kami memperkenalkan jenis penegakan baru yang rencananya akan kami luncurkan dalam beberapa minggu ke depan,” tulis Clancy. Ia menambahkan bahwa pembatasan tersebut akan diterapkan di seluruh platform Twitch dan durasinya dapat meningkat jika pelanggaran terus berulang.

Menurut Twitch, batas penonton itu nantinya akan dihitung berdasarkan data historis trafik asli dari kreator terkait. Dengan kata lain, sistem akan mencoba membedakan jumlah penonton autentik dengan lonjakan yang diduga berasal dari bot.

Langkah ini menjadi salah satu kebijakan paling agresif yang pernah diambil Twitch dalam memerangi viewbotting. Praktik tersebut selama ini menjadi masalah serius di industri live streaming karena dapat memanipulasi popularitas sebuah siaran dan memengaruhi algoritma rekomendasi platform.

Clancy mengakui bahwa memerangi viewbotting bukan hal mudah. Ia menyebut pengembang layanan bot terus memperbarui sistem mereka agar dapat menghindari deteksi Twitch.

“Ketika kami memperbarui algoritma deteksi real-time, perusahaan viewbotting dengan cepat merespons dengan pembaruan baru untuk menghindari deteksi,” ujarnya.

Sebelumnya, Twitch juga pernah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun bot. Pada 2021, perusahaan diketahui menghapus sekitar 7,5 juta akun yang diduga terlibat dalam aktivitas botting.

Meski begitu, kebijakan terbaru ini memunculkan kekhawatiran di kalangan komunitas streamer. Beberapa pengguna menilai aturan tersebut berpotensi disalahgunakan, terutama terhadap streamer kecil yang bisa saja menjadi target viewbotting oleh pihak lain secara sengaja untuk merusak reputasi atau membatasi jangkauan mereka.

Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai bagaimana Twitch akan membedakan antara lonjakan penonton alami, misalnya karena viral atau mendapat raid dari streamer besar, dengan aktivitas viewbotting yang disengaja.

Twitch sendiri belum mengungkap detail teknis lengkap mengenai sistem deteksi baru mereka. Clancy mengatakan perusahaan sengaja menahan sebagian informasi agar pelaku viewbotting lebih sulit mencari celah untuk menghindari penindakan.