Technologue.id, Jakarta – Bisnis transportasi berbasis aplikasi belakangan sedang menjamur di beragam belahan dunia. Di Tanah Air sendiri, masyarakat punya beberapa pilihan, mulai dari Go-Jek, Grab, hingga Uber.

Namun, tahukah Anda bahwa nama yang disebut terakhir itu adalah penyedia layanan ridesharing paling populer di dunia?

Ya, dari analisis SimilarWeb terhadap pengguna Android di 171 negara, Uber keluar sebagai aplikasi pemanggil taksi yang paling sering diunduh dan terbanyak pengguna hariannya. Tak tanggung-tanggung, startup besutan Travis Kalanick tersebut unggul di 108 negara, alias 62 persen dari teritorial yang tersedia.

Uber bahkan begitu digdaya di negara asalnya. Dengan menguasai 21,3 persen pengguna Android di AS, Uber dengan telak mengalahkan Lyft, kompetitor utamanya, yang hanya memiliki pangsa pasar sebesar 2,6 persen.

- Advertisement -

Mengejar Uber, ada Careem, startup yang berbasis di Dubai dengan wilayah jajahan di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Grab, pemain besar di Asia Tenggara.

Aplikasi ridesharing terpopuler secara global (source: SimilarWeb)
Aplikasi ridesharing terpopuler secara global (source: SimilarWeb)

Namun di Indonesia, Uber harus merelakan mahkotanya direnggut oleh Grab. Dari daftar layanan transportasi on-demand yang dirilis Juli lalu itu, Grab turut menguasai beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.

Aplikasi pemanggil taksi terpopuler di tiap negara (source: SimilarWeb)
Aplikasi pemanggil taksi terpopuler di tiap negara (source: SimilarWeb)

Prediksi Anda, apakah Uber bisa berkuasa juga di Indonesia nantinya? Ataukah layanan karya anak bangsa seperti Go-Jek yang malah akan menjadi raja di negeri sendiri?

 

Baca juga:

LAYANAN TAKSI ONLINE INI MULAI TINGGALKAN APLIKASINYA?

OKNUM UBER CURANG, TARIK RP 595 RIBU DARI SEHARUSNYA RP 18 RIBU

MOBIL TANPA SUPIR BAKALAN MENGASPAL DI HELSINKI