Technologue.id, Jakarta – Aplikasi perpesanan mirip WhatsaApp, ToTok, dihapus dari Google Play Store dan App Store. Penghapusan yang dilakukan oleh Google dan Apple ini dilatarbelakangi dugaan ToTok sebagai alat mata-mata.

Dilaporkan oleh TheNewYorkTimes, hasil investigasi dan informasi dari Intel Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa ToTok digunakan oleh pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk memata-matai penggunanya.

Baca Juga:

Dicurigai Mata-mata, Personil Militer AS Dilarang Pakai TikTok

Dikatakan bahwa ToTok melacak setiap pergerakan, lokasi, menyadap percakapan, mencuri foto dan video serta segala macam kegiatan penggunanya.

Tidak disebutkan kapan Intel AS menemukan segala macam aktifitas mata-mata tersebut dan apa alasan ToTok melakukan kegiatan melanggar privasi tersebut.

Namun hasil investigasi menemukan aplikasi ToTok dibelakangi oleh perusahaan Breej Holding yang berhubungan dengan firma kecerdasan siber dan peretasan DarkMatter.

Baca Juga:

116 Aplikasi Android Berbahaya Ditemukan, Ini Daftarnya

DarkMattere sendiri diisi oleh intelijen UEA, mantan anggota National Security Agency dan mantan anggota intelijen Israel yang kegiatannya diawasi oleh radar FBI dengan segala aksi kriminalitasnya.

Melalui keterangan resminya, ToTok mengatakan aplikasinya saat ini sudah dihapus dari toko aplikasi Google dan Apple karena alasan teknis. Meski begitu, aplikasi ToTok masih bisa digunakan jika sudah dipasang pada ponsel.

Terlepas dari itu semua, aplikasi ToTok merupakan aplikasi medsos yang paling banyak diunduh di AS. Meski baru diperkenalkan beberapa waktu lalu, aplikasi ini sudah diunduh jutaan kali di Play Store dan App Store.