Aplikasi Video Call Google Belum Mati

Melakukan video call menggunakan Google Duo (Technologue.id / Ulwan Fakhri)

Technologue.id, Jakarta – Masih ingat Google Duo? Aplikasi itu adalah inisiatif Google untuk turut memeriahkan persaingan antarpenyedia platform chatting. Aplikasi video call itu diluncurkan bersamaan dengan Allo, aplikasi chatting yang “lebih konvensional” karena bertumpu pada teks saja, di Google I/O 2016.

11 bulan pasca dilepas secara global, Allo mencapai milestone baru. Dari cuitan Amit Fulay, Head of Product Google, kini Duo sudah diunduh lebih dari 100 juta kali.

Melansir AndroidAuthority (17/07/17), semenjak dirilis Agustus 2016, adopsi terhadap Google Duo terpantau cukup cepat. Dalam seminggu, aplikasi itu sudah di-download 5 juta kali. Sementara Mei kemarin, pengunduhnya sudah 50 juta. Ini artinya, volume download Google Duo bertambah 50 juta dalam dua bulan terakhir saja.

Sayangnya, belum turut diungkap apakah 100 juta pengunduh Google Duo menggunakannya secara rutin. Namun, Fulay mengakui bahwa pihaknya, “Masih punya banyak pekerjaan.”

Wajar saja, kalau dibandingkan dengan instant messenger lain, pengunduh Duo masih termasuk minoritas. Dengan embel-embel Google di depannya, tentu sedikit banyak ada ekspektasi yang disematkan publik pada Duo (dan Allo) untuk bisa menyaingi Telegram Messenger, Line, atau duo andalan Facebook Inc., yakni WhatsApp dan Messenger, yang pemakainya sudah 1 miliar lebih.

Setidaknya, ini menjadi sinyal baik bahwa “Skype-nya Google” tersebut belum mati. Meskipun mungkin Google butuh waktu yang tak sebentar untuk membuatnya jadi medium komunikasi terpopuler sejagat bersama Allo.

 

Baca juga:

Mencoba Duo, Aplikasi Buat Pemadu Kasih yang Sedang Kangen

Demi Mudahkan Akses, Google Tambahkan Tombol Assistant Pada Allo

Perusahaan Sekelas Samsung “Miskin” Big Data untuk AI-nya