Jakarta, Technologue.id — Apple selama ini dikenal lewat kontrol kualitas yang ketat dan penyempurnaan perangkat keras yang matang. Reputasi itulah yang membuat iPhone Duo, perangkat lipat pertama Apple, begitu dinanti. Ekspektasi publik tinggi agar Apple mampu melampaui berbagai kompromi yang masih melekat pada ponsel lipat yang beredar di pasaran.

Namun, harapan tersebut kini dihadapkan pada kenyataan yang kurang sedap. Laporan terbaru menyebut adanya kerusakan pada layar bagian dalam iPhone Duo. Selain itu, mekanisme engsel perangkat dilaporkan berpotensi menimbulkan masalah tersendiri.

Temuan ini sontak memunculkan pertanyaan besar. Apakah Apple benar-benar mampu memenuhi standar kualitas yang selama ini menjadi ciri khasnya? Ataukah iPhone Duo justru menjadi produk yang terjebak pada kompromi teknis yang sama dengan para pesaingnya?

Sebagai informasi, iPhone Duo bukan satu-satunya perangkat lipat yang tengah menyita perhatian. Pasar foldable kini kian padat dengan kehadiran berbagai merek besar yang sudah lebih dulu malang melintang.

Persaingan di segmen ini pun diprediksi memanas. iPhone Duo harus berhadapan langsung dengan Xiaomi, Samsung, Oppo, hingga Motorola yang sudah memiliki pengalaman lebih panjang di ranah ponsel lipat.

Isu kerusakan layar dalam menjadi sorotan utama. Pasalnya, panel lipat merupakan komponen paling krusial sekaligus paling rentan pada perangkat foldable. Keretakan atau kerusakan pada bagian ini tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga berimbas pada daya tahan perangkat secara keseluruhan.

Selain layar, mekanisme engsel turut menjadi perhatian. Engsel berperan vital dalam menentukan seberapa mulus perangkat dapat dilipat dan dibuka. Jika mekanisme ini bermasalah, pengalaman penggunaan bisa terganggu dan risiko kerusakan komponen lain ikut meningkat.

Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Publik pun menanti bagaimana perusahaan akan merespons isu ini. Sebab, sebagai pendatang baru di segmen foldable, Apple dituntut membuktikan bahwa produknya layak bersaing.

Di sisi lain, perbandingan dengan kompetitor menjadi topik yang tak terhindarkan. Duel foldable flagship antara Apple dan Samsung menjadi salah satu sorotan utama di pasar global.

Masalah standar kualitas ini juga menyentuh sisi harga. iPhone Duo diprediksi hadir di kisaran harga premium, bahkan disebut menyentuh angka Rp30 jutaan. Dengan banderol setinggi itu, ekspektasi konsumen terhadap durabilitas dan performa tentu semakin besar.

Bahkan, perangkat ini sempat dipromosikan dengan fungsi unik sebagai jam meja. Namun, pakar tidur justru mengingatkan adanya potensi bahaya dari penggunaan tersebut. Hal ini menambah daftar hal yang perlu dicermati dari perangkat ini.

Bagi sebagian pengamat, isu layar dan engsel ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Apple. Perusahaan dituntut membuktikan bahwa pendekatan rekayasa khasnya mampu mengatasi kelemahan yang selama ini menghantui perangkat lipat. Kegagalan di titik ini bisa menggerus kepercayaan penggemar beratnya.

Sebagai pembanding, perangkat seperti iPhone 14 dan iPhone 14 Plus sempat dijadikan tolok ukur standar kualitas Apple di kelas non-foldable. Kini, publik menanti apakah iPhone Duo mampu membawa standar serupa ke segmen yang jauh lebih kompleks.

Yang jelas, laporan soal kerusakan layar dalam dan potensi masalah engsel ini menempatkan iPhone Duo di bawah pengawasan ketat. Banyak pihak menanti langkah Apple selanjutnya. Apakah perusahaan akan memperbaiki desain, atau justru memilih jalan kompromi seperti yang dilakukan para pesaing?

Kehadiran perangkat lipat lain seperti POCO X8s di pasar global juga menunjukkan bahwa persaingan perangkat canggih semakin ramai. Apple pun tak bisa bersantai jika ingin tetap diperhitungkan di pasar yang kompetitif ini.

Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak Apple. Sebab, kualitas dan durabilitas adalah dua hal yang paling diuji pada perangkat lipat. Tanpa kepastian di kedua aspek itu, iPhone Duo berisiko kehilangan momentum di pasar.