Apple, Google, Facebook, Microsoft, dan Uber Tidak Anti-Islam!

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Sebagai presiden terpilih Amerika Serikat untuk menggantikan Barrack Obama, wajar jika Donald Trump meluncurkan kebijakan-kebijakan baru. Akan tetapi, beberapa kebijakan yang disiapkannya justru menimbulkan polemik. Salah satunya ialah Muslim Registry atau pendaftaran warga Muslim di AS yang dinilai tak etis.

Perusahaan ternama teknologi pun mengambil sikap akan wacana itu. Apple, Google, Facebook, Microsoft, hingga Uber sepakat untuk menolak kebijakan yang lekat dengan kampanye anti-Islam tersebut.

“Kami rasa semua orang harus diperlakukan sama, tanpa memedulikan bagaimana mereka beribadah, seperti apa penampilan, mereka atau apa yang mereka sukai,” terang seorang juru bicara Apple seperti dikutip dari BuzzFeed (17/12/16). Raksasa teknologi lain yang sudah disebut di atas pun berkata senada dengan perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu. Facebook yang punya data pengguna lebih dari 1 miliar orang di dunia pun tak mau membantu trump membuat database tersebut.

Muslim Registry memang belum menjadi kebijakan resmi. Akan tetapi, Trump sendiri tak menyangkal kalau ia menginginkan wacana tersebut direalisasikan. Tak ayal, warga sipil pun sampai melakukan aksi untuk memprotes rencana pendataan warga Muslim ini.

Komunitas Yahudi di AS, misalnya, telah menyatakan dukungannya terhadap warga Muslim. Caranya yaitu dengan akan turut mendaftar dan menyatakan diri sebagai Muslim andaikata pendataan jadi dilakukan.

 

Baca juga:

Apple Siap Tantang Google di Ladang Baru

Demi Bisa Masuk China, Facebook Pun Tunduk pada Sensor

Tiba-Tiba, Uber Jegal Keluarga Facebook Inc.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories