Technologue.id, Jakarta – Apple, Samsung, dan Google tengah menghadapi penyelidikan paten di Amerika Serikat terkait teknologi audio spasial. Jika pada akhirnya ditemukan adanya pelanggaran dan US International Trade Commission (USITC) menerbitkan perintah pengecualian, sejumlah perangkat ketiga perusahaan tersebut berpotensi dibatasi masuk ke pasar AS.
Perkara ini bermula dari pengaduan BoomCloud 360 Inc., perusahaan teknologi audio yang berbasis di Encinitas, California. Perusahaan tersebut mengajukan pengaduan ke USITC pada 14 Agustus 2026, kemudian menyerahkan dokumen tambahan pada 31 Agustus 2026.
USITC pada September 2026 secara resmi membuka penyelidikan 337-TA-1521 untuk memeriksa dugaan pelanggaran terhadap tiga paten milik BoomCloud 360. Pihak yang tercantum sebagai responden adalah Apple, Samsung Electronics, Samsung Electronics America, dan Google.
Tiga paten yang menjadi bagian dari perkara tersebut berkaitan dengan teknologi pemrosesan audio, termasuk teknologi yang digunakan untuk menghasilkan pengalaman suara yang lebih imersif.
Salah satu teknologi berkaitan dengan pengaturan komponen audio spasial dan nonspasial. Paten lainnya membahas kompensasi terhadap perbedaan karakteristik antara speaker, sementara paten lainnya berkaitan dengan pemrosesan crosstalk dan koreksi terhadap dampak pemrosesan tersebut pada spektrum suara.
Dalam teknologi audio, crosstalk merujuk pada kondisi ketika sinyal yang seharusnya diterima satu kanal atau speaker turut memengaruhi kanal lainnya. Pengolahan terhadap masalah tersebut dapat digunakan untuk membantu menghasilkan posisi suara yang lebih sesuai dengan yang diinginkan.
BoomCloud 360 menilai sejumlah perangkat dari Apple, Samsung, dan Google menggunakan teknologi yang tercakup dalam paten mereka tanpa izin.
Dalam pengaduannya, BoomCloud 360 meminta USITC menerbitkan Limited Exclusion Order (LEO) serta cease-and-desist order.
LEO dapat digunakan untuk melarang masuknya produk tertentu ke Amerika Serikat apabila produk tersebut nantinya dinyatakan melanggar paten. Sementara itu, cease-and-desist order dapat membatasi aktivitas penjualan atau distribusi produk yang menjadi objek perkara.
USITC juga menyebut bahwa BoomCloud 360 meminta pengenaan bond terhadap produk yang diduga melanggar selama periode peninjauan presiden.