Technologue.id, Jakarta – Teknologi digital semakin lekat dengan aktivitas masyarakat. Karena gaya hidup berubah, tentu para pelaku usaha memandangnya sebagai peluang. Tidak heran bila perkembangan digital ini mengubah model bisnis.

Yang menarik, tak hanya bagaimana bisnis itu berkembang, tetapi mengubah model bisnis di Indonesia untuk terus tumbuh. Disampaikan Christanto Suryadarma, APAC Director & General Manager, HPE Pointnext Global Channel & HPE Service Provider, Hewlett-Packard Enterprise, bisnis yang baik mencakup tiga hal.

“Yaitu teknologi, manusia, dan ekonomis. Kalau ketiganya berjalan baik, maka bisnis juga akan berjalan dengan baik,” kata Christanto, ditemui dalam VibiCloud Solutions Day, di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Baca juga:

Digitalisasi Airport, Angkasa Pura II Resmi Gandeng Telkomsel

- Advertisement -

Ia mengatakan, Indonesia bisa mengambil manfaat dari perkembangan dunia digital saat ini. “Bila tidak bertransformasi, pemanfaatan teknologi akan lambat,” ungkapnya.

Sebelum ada internet dan cloud, bila kita membutuhkan suatu teknologi informasi, maka perlu mengeluarkan investasi yang besar yang disebut capital expenditure (capex). Namun seiring masuknya internet dan kemajuan teknologi yang lain, Christanto menjelaskan, maka muncul suatu model bisnis baru yang dikenal dengan sebutan IT consumption model. Di sini teknologi berperan menawarkan segala kemungkinan yang sebelumnya tidak terpikirkan dan terbayangkan.

Baca juga:

BSD City Bangun Techpolitan agar Pemuda Melek Digital

“Saya berikan satu contoh sederhana, yaitu musik. Cari musik tidak lagi dalam bentuk compact disk. Dulu cari musik harus ke toko musik, lalu ada perubahan setelah format musik dijadikan digital. Dengan digital, maka musik jadi lebih ringkas dan murah. Setelah itu, muncul layanan streaming. Tinggal di search di ponsel, keluar list lagu yang kita ingin dengar. Teknologi selalu menjadi enabler dalam berinovasi,” jelas Christanto.

Ilustrasi di atas menggambarkan operasional model perusahaan berbasis digital dalam penciptaan dan penyampaian nilai (value creation & delivery).

Baca juga:

Tingkatkan Literasi Digital, Smartfren Gandeng Perpustakaan Nasional

Digitalisasi bisnis masa depan harus mampu menghubungkan secara cepat permintaan pengguna di mana pun kepada penyedia layanan/produk di mana pun, untuk kemudian mampu permintaan tersebut dengan cepat, hemat, dan menyesuaikan zaman.