DirectAset kripto Defi Baru Bernama Link Eye sekarang diperdagangkan di Indodax

Aset kripto Defi Baru Bernama Link Eye sekarang diperdagangkan di Indodax

Technologue.id, Jakarta – Sistem keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance/DeFi saat ini sedang digandrungi oleh pegiat blockchain di seluruh dunia. Satu lagi, aset kripto baru yang bergerak di DeFi masuk ke Indonesia. Ialah aset kripto Link Eye (LET) listing di Indodax pada Oktober ini.

COO LET Hordi Vitalii mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial di bidang cryptocurrency atau aset kripto. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan pasar cryptocurrency yang lebih berpotensial melebihi China.

“LET akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan pijakan di pasar dan akan secara proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar. LET ingin mendapatkan perhatian yang lebih besar di masyarakat Indonesia dan berharap bisa membangun komunitas yang kuat di Indonesia,” katanya, Senin (26 Oktober 2020).

Vitalii mengatakan, tercatatnya LET di bursa Indodax menandai langkah pertamanya memasuki pasar Asia dan ekspansi global. Karena Indonesia yang potensial, LET juga meyakini reputasinya akan meningkat setelah masuk ke Indodax.

“Pencantuman LinkEye di Indodax pasti akan menjadi acara yang menarik dan dapat meningkatkan reputasi LinkEye di pasar global,” sebutnya.

Vitalii menjelaskan, LET didirikan pada tahun 2017 dimana tim dari Link Eye dilatarbelakangi tim yang merupakan orang-orang yang kuat di bidang finansial dan blockchain. LinkEye telah berkomitmen untuk mengeksplorasi data kredit aset digital, dan diharapkan dapat memberi pengguna pinjaman aset digital terdesentralisasi.

LinkEye yang berfokus pada data kredit terdesentralisasi dimana layanan oracle-nya juga dapat memberikan data kredit yang akurat untuk produk DeFi, dan juga berkontribusi pada operasi keamanan produk DeFi.

“Melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar, kami ingin menjamin kecerdasan, keamanan, dan kenyamanan aset on-chain pengguna serta menciptakan ekosistem DeFi yang kuat dan beragam,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar potensial pengembangan blockchain dan aset kripto. Tidak heran jika banyak para developer kripto dari seluruh dunia masuk ke Indonesia.

“Indodax adalah jembatan para investor dari seluruh dunia, termasuk dari pengembang blockchain dan aset kripto dalam negeri untuk menyasar pasar Indonesia. Dan Indodax hadir ke masyarakat Indonesia sebagai platform bursa untuk trader yang menyukai mengambil keuntungan dari trading aset crypto,” katanya.

Tidak sedikit aset kripto yang semakin populer, setelah mereka listing di Indodax. “Karena Indodax memiliki 2,2 juta member dan banyak komunitas. Sehingga, aset kripto yang terdaftar mendapat akses market baru,” katanya.

Oscar Darmawan mengatakan, Indodax menghadirkan berbagai jenis aset kripto yang dapat diperjualbelikan sebagai instrumen investasi. Selain bitcoin, juga ada token-token dalam negeri dan luar negeri yang juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia.

“LET adalah token DeFi, dimana proyek DeFi sedang banyak digandrungi. Saya berharap LET bisa menjadi salah satu pilihan aset kripto untuk penggemar Defi di Indonesia market,” kata Oscar Darmawan.

Related articles

Apakah Investasi Cryptocurrency Masih Aman?

Technologue.id, Jakarta - Beberapa faktor membuat cryptocurrency menjadi investasi...

Bitcoin Bangkit dari Kejatuhan Setelah Sempat Sentuh Harga Terendah

Technologue.id, Jakarta - Kapitalisasi pasar crypto (kripto) global awal...

Investor Waspada! Kejatuhan Terra Luna Ikut Goyahkan Stablecoin Lain

Technologue.id, Jakarta - Setelah runtuhnya Terra Luna secara tiba-tiba,...

Rugi Rp659 Juta, Investor Kripto Terra Luna Coba Bunuh Diri

Technologue.id, Jakarta – Investor kripto Terra Luna hancur berkeping-keping...

Harga Bitcoin Turun ke Level Terendah Sejak Juli 2021

Technologue.id, Jakarta - Setelah nilai Bitcoin menguat dan menyentuh...