Technologue.id, Jakarta – Kendati belakangan ekosistem startup di Asia Tenggara telah meningkat, masih banyak tantangan yang perlu ditaklukkan para pemain di dalamnya. Level kompleksitas tiap negara yang beragam hanyalah salah satunya. Akan tetapi, banyak pihak yang optimistis dengan potensi yang dimiliki ASEAN.

“Tiap pasar di Asia Tenggara itu berbeda-beda, tetapi kami yakin akan ada lebih banyak unicorn lahir dalam waktu dekat dari sini,” terang CEI REA Group, Tracey Fellows, pada DigitalNewsAsia.com (9/6/16). Prediksi Tracey itu diungkap di konferensi Unicorn Hunting in Asean¬†yang dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia, 8-9 Juni 2016.

Hanno Stegmann, CEO Asia Pacific Internet Group (APACIG), pun mendukung ramalan Tracey. Sebagai pimpinan APACIG, inkubator yang didukung oleh Rocket Internet, Hanno sudah melihat perkembangan yang pesat di wilayah ini. Ia cuma berpesan agar semua pihak mau bersabar sedikit lagi.

Walau punya peluang besar, penggerak startup di Asia Tenggara sebaiknya tak fokus ke target menjadi unicorn saja. Sebab, titel unicorn hanyalah implikasi dari banyak hal.

- Advertisement -

“Sebaiknya pelaku startup fokus terhadap produk, konsumen, dan layanan mereka dulu. Jadikan itu prioritas,” demikian pesan Roderick Purwana, petinggi Sinar Mas Digital Ventures (SMDV). Masih menurutnya, Go-Jek adalah salah satu startup yang berpotensi menjadi unicorn dalam waktu dekat.

Share this