ATM Bank-bank yang Terdampak Gangguan Satelit Telkom 1 Sudah Pulih?

ATM Bank-bank yang Terdampak Gangguan Satelit Telkom 1 Sudah Pulih?
Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (tengah) bersama Jajaran Manajemen TelkomGroup saat menyampaikan penjelasan perkembangan penyelesaian service recovery layanan Satelit Telkom 1 (source: Telkom)

Technologue.id, Jakarta – Di ujung bulan Agustus kemarin, sebagian rutinitas masyarakat Tanah Air terganggu akibat terjadinya gangguan pada Satelit Telkom 1. Tak cuma segelintir saluran televisi yang terkena dampak, banyak ATM dari sejumlah bank yang terpaksa tak bisa melayani para nasabah.

Telkom butuh waktu lebih dari dua pekan memang untuk menuntaskan recovery hingga 100 persen. Namun setidaknya, mereka telah menunjukkan komitmen untuk mengoptimalkan kembali Satelit Telkom 1 secepat mungkin.

Baca juga:

Siap-siap, iPhone X Segera Lahir! Begini Bocorannya

Kemarin (10/09/17) malam pukul 20.00 WIB, Telkom menyatakan telah berhasil menyelesaikan pemulihan konektivitas sebanyak 14.689 sites dari total 15.019 sites layanan pelanggan Satelit Telkom 1. Diprediksi, layanan-layanan yang berbasis satelit tersebut sudah bisa normal kembali mulai malam tadi.

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini, “Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa upaya kami dalam memulihkan seluruh layanan pelanggan yang terkena dampak anomali Satelit Telkom 1 sesuai dengan komitmen.”

Baca juga:

Ini Dua Ponsel Oppo Terlaris di Dunia, Bisa Tebak Model yang Mana?

Tak sendiri, Telkom memulihkan layanan Satelit Telkom 1 bersama beberapa stakeholder, seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, dan Bank BRI. Keempat bank tersebut pun telah memberikan pernyataan resmi atas pulihnya layanan mereka yang terdampak gangguan Satelit Telkom 1.

Dari total 15.019 sites layanan pelanggan, terdapat sebanyak 11.574 sites layanan ATM dan 3.445 layanan Non-ATM. Untuk mempercepat recovery sejumlah sites yang mengalami kendala pada saat proses repointing antena, Telkom menggunakan solusi sementara dengan dua teknologi alternatif, yaitu sebesar 5 persen sites menggunakan jaringan fiber optik dan 14 persen sites menggunakan sistem Machine to Machine (M2M).

Baca juga:

Beli Galaxy Note 8 di Smartfren, Dapat Cashback Rp6,5 Juta! Wow!

Mekanisme pemulihan dilaksanakan oleh para petugas di seluruh Indonesia berdasarkan target yang telah ditetapkan Crisis Center Nasional. Dengan adanya sistem pemulihan yang terstruktur ini, seluruh proses recovery terorganisir dengan baik dan terkawal ketat.