Awas! Fitur Autofill Browser Bisa Jadi Celah Keamanan

Technologue.id, Jakarta – Hampir semua browser kini sudah dilengkapi dengan fitur autofill (pengisian data otomatis) untuk memudahkan pengguna dalam mengisi textbox yang tampil pada website. Namun celakanya, ternyata ini bisa menjadi ‘pintu gerbang’ bagi penjahat siber.

Dikutip dari NextPowerUp (11/01/17), seorang web developer asal Finlandia, Viljami Kuosmanen menemukan bahwa sistem data autofill yang ada pada browser Chrome, Safari, dan Opera memungkinkan penggunanya menjadi mudah terkena serangan phishing.

Ia berasalan bahwa, walaupun mungkin Anda hanya menggunakan autofill untuk mengisi textbox nama atau e-mail dalam sebuah website, browser-browser tersebut ternyata justru menyajikan data lebih banyak dari yang Anda butuhkan.

Jika sudah begini, penjahat siber pun bisa memanfaatkannya untuk mengumpulkan berbagai informasi penting tentang penggunanya, seperti alamat e-mail,nomor telepon, nomor kartu kredit, dan lain-lain.

Masalah yang sama juga dialami oleh ekstensi browser seperti LastPass. Namun menariknya, hal ini tidak berlaku pada Mozilla Firefox. Bisa jadi browser tersebut memiliki sistem autofill yang berbeda dari browser lainnya.

 

Baca juga:

Bukan Karena Virus, Ini Serangan Cyber Paling Sering Terjadi di 2016

Virus Svpeng, Infeksi 318 ribu Perangkat Android

Penelitian Ungkap Cara Virus Picu Kanker Darah