AyoPoligami.com Bermimpi Jadi Media Sosial Top dari Indonesia

Tampilan laman utama AyoPoligami.com (source: AyoPoligami.com)

Technologue.id, Jakarta – “Jika kita adalah matahari yang bisa menyinari beberapa tempat sekaligus, lebih baik menikah lagi. Tapi jika kita hanyalah lampu 3 watt yang menyinari satu kamar saja susahnya minta ampun, jangan nambah lagi.”

Begitu saran yang dilontarkan Lindu Cipta pada kami soal poligami (04/05/17). Seperti yang sudah redaksi tuliskan sebelumnya, Lindu adalah kreator media sosial yang memungkinkan para pria bertemu istri pertama atau kedua, ketiga, hingga keempatnya secara online, AyoPoligami.com.

Walau masih baru, situs tersebut telah mendapatkan respons positif dari netizen Tanah Air. Belum sebulan, penggunanya sudah 1.000 lebih. Lindu yang mengaku dibantu programmer dari luar negeri pun sudah merencanakan ekspansi AyoPoligami.com ke platform mobile.

“Minggu ini, kita launching ke Google Play Store. Untuk iOS, kita masih meraba raba dulu,” katanya.

Tampilan pencarian user di AyoPoligami.com (source AyoPoligami.com)

Terkait fitur yang akan dihadirkan, pebisnis web desain dan cloud server itu mengaku sudah menyiapkan fitur-fitur unggulan untuk AyoPoligami.com. Jadi, user tak cuma bisa mencari pasangan idamannya berdasarkan wilayah atau berkirim pesan.

“Upgrade-nya nanti kita bisa chatting video dan audio secara live. [Hal ini memungkinkan] karena kita sudah upgrade kecepatan internet data center kita menjadi 10Gbps Indonesia dan 100 Mbps untuk internasional. 10 kali lebih cepat.”

Yang menarik, Lindu bermisi membesarkan AyoPoligami.com, tak peduli dengan pihak-pihak yang mengkonfrontasinya, termasuk dari kalangan keluarga Lindu sendiri. “Target jangka pendek, kita mengalahkan traffic para pesaing kita yang sudah berjalan lima tahun lebih dalam waktu tiga bulan.” Realisasinya yaitu dengan menggaet 5.000 pengguna di bulan Juli mendatang.

Sementara untuk jangka panjangnya, pria yang juga menginisiasi situs media konten islami, mydakwah.com, itu berharap AyoPoligami.com bisa menjadi media sosial dari Indonesia berskala internasional. “Kita, Indonesia, harus punya media sosial sekelas Facebook dan beberapa startup lainnya. Jangan selalu menjadi target pasar mereka,” tutup Lindu.

 

Baca juga:

AyoPoligami.com, Si Medsos Jodoh Anti-Mainstream

Startup Pengajak Poligami Ini Tak Gentar Lawan Haters

Tanpa Modal, Bisnis Bersama Mentimun.co.id Malah Dapat Untung!