Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bagikan Kunci Dekripsi Gratis, Ini 7 Pesan Terbaru Brain Cipher
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Kelompok peretas Brain Cipher telah merilis kunci dekripsi secara gratis untuk pemerintah Indonesia. Seperti diketahui, serangan siber ransomware mengakibatkan penyanderaan data di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya.

Hal ini mengakibatkan terganggunya beberapa layanan publik, termasuk sistem keimigrasian yang berada di bawah Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam posting-an terbaru pada 3 Juli 2024, terungkap bahwa grup peretas telah memberikan kunci data PDNS 2. "Brain Cipher Mendistribusikan Kunci Dekripsi Secara Gratis," tulis posting-an akun X @stealthmole_int.

Baca Juga:
Serangan Ransomware Brain Cipher Berujung Pengunduran Diri Dirjen Aptika Kominfo

"Mereka merilis pernyataan tambahan di situs web gelap mereka dengan jawaban atas tujuh pertanyaan populer. Termasuk alasan penyerangan terhadap pusat data, ucapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kesabarannya, dan lain-lain," jelasnya.

Berikut ini isi pesan Brain Cipher terbaru setelah mereka merilis kunci data tersebut.

"Sekarang kami akan menjawab pertanyaan paling populer."

1) Kami secara mandiri mengambil keputusan seperti itu, tidak memerlukan intervensi dari layanan khusus dan lembaga penegak hukum.

2) Tidak, tidak ada kesalahpahaman dalam tim kami. Kami adalah tim hebat yang semua orang mendukung keputusan ini.

3) Ini adalah kali pertama dan terakhir korban menerima kunci secara gratis. Untuk yang lainnya - Selamat datang di obrolan. Kami tidak sedang menawar.

4) Mengapa kami menyerang pusat data? Seperti yang Anda ketahui, pusat data adalah industri teknologi tinggi yang membutuhkan investasi besar dan setiap orang yang menjalankan bisnis ini harus mengetahui hal ini. 99 dari 100 perusahaan tersebut harus membayar jika mereka berada dalam situasi tanpa harapan. Dalam kasus ini, serangannya sangat mudah sehingga kami hanya memerlukan sedikit waktu untuk membongkar data dan mengenkripsi beberapa ribu terabyte informasi.

5) Kami menyimpulkan bahwa perundingan menemui jalan buntu ketika pihak kedua mengalihkan akses ke perundingan tersebut kepada pihak ketiga (artinya mereka tidak akan mengatakan apa-apa lagi).

6) Kami berterima kasih kepada warga atas kesabaran mereka.

7) Kesimpulan selebihnya bisa Anda ambil sendiri, jangan percaya media. Perhatikan hanya mereka yang "menepati janjinya".

SHARE:

Faktor Ini yang Bikin Ponsel Lipat Semakin Bergairah di Indonesia

Masalah-masalah yang Kerap Mendera Smartphone Layar Lipat