NewsPanasnya Gila-gilaan, Bakteri Ini Bisa Hidup di Gerbang Neraka Turkmenistan

Panasnya Gila-gilaan, Bakteri Ini Bisa Hidup di Gerbang Neraka Turkmenistan

Technologue.id, Jakarta – Turkmenistan memperluas upayanya menutup Gerbang Neraka untuk sekali dan selamanya. Meski panasnya luar biasa, ternyata ada kehidupan di tempat tersebut.

Ya Gerbang Neraka berfungsi sebagai lingkungan alami bagi bakteri ekstrofil. Mereka mampu menahan suhu yang bisa mencapai 400 Celcius.

Menurut George Kourounis, penjelajah di tempat tinggal Royal Canadian Geographical Society, bakteri ini bahkan tidak ada dalam database DNA. Beberapa di antaranya, kemungkinan mengonsumsi gas metana.

Akibatnya, mereka adalah bentuk kehidupan yang sangat tidak biasa dan misterius yang tinggal di tempat yang tidak ramah bagi manusia atau makhluk hidup lainnya.

Gerbang Neraka muncul pada 1971 ketika dibakar untuk mencegah penyebaran gas metana. Satu-satunya masalah adalah tidak ada yang berhasil memadamkan apinya sejak saat itu.

Ada cerita berbeda seperti kecelakaan yang terjadi selama eksplorasi gas Soviet. Konsensus utama sampai hari ini adalah kawah api adalah salah satu misteri terbesar di dunia.

Terlepas dari suhu panas dan semua misteri, lubang yang terbakar telah menarik pengunjung dari seluruh Asia dan bahkan dunia. Gerbang Neraka berdiri sebagai salah satu atraksi alam terbesar di negara itu.

Related articles

Foto-Foto Menakjubkan Gerhana Bulan Total 2022 Ramaikan Dunia Maya

Technoloue.id - Gerhana Bulan total atau Blood Moon baru...

Gerhana Bulan Total Tanggal 15-16 Mei 2022, Ini Wilayah yang Bisa Menyaksikannya!

Technologue.id, Jakarta - Pada malam tanggal 15-16 Mei, perhatian...

Gunung Anak Krakatau, Tumbuh Bongsor Sejak Tahun 1927

Technologue.id, Jakarta - Gunung Anak Krakatau bikin geger lagi....

Peringati Hari Bumi 2022, Google Doodle Tunjukkan Dampak Nyata Perubahan Iklim

Technologue.id, Jakarta - Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22...

Ilmuwan Temukan Bukti Gempa Terbesar dalam Sejarah Manusia

Technologue.id - Para arkeolog telah menemukan bukti gempa bumi...