Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bank Banyan Luncurkan Mata Uang Komplementer untuk Sistem Barter Digital
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Bank digital Banyan Investment Banking & Hedge Fund Statutory Trust meluncurkan mata uang pelengkap digital yang diberi nama Let’s Coin. Ini merupakan mata uang komplementer (Bursa Perdagangan Barter Digital) untuk platform pertukaran komoditas bernilai miliaran dolar.

Jean Baptiste Bilala, Executive Chairman Banyan Investment Banking & Hedge Fund Statutory Trust, menerangkan bahwa Let’s Coin bukanlah mata uang, melainkan sebuah mata uang komplementer yang berfungsi sebagai sistem barter digital untuk pertukaran barang dan jasa. Let’s Coin dirancang untuk memberdayakan komunitas lokal dengan memungkinkan pedagang, pengusaha, dan pengguna lain.

Baca Juga:
Dua Startup Indonesia Kerjakan Proyek Percontohan Kredit Karbon di Kenya

"Market Maker kami adalah P2B, dan kami terdaftar di dua bursa, yaitu Coin Gecko dan Coin Market Cap Internasional. Struktur dan algoritma bisnis yang dikembangkan oleh Dr. Thana Balan, Mitra Modal Internasional kami, untuk menciptakan dan mengadopsi perdagangan barter digital menggunakan mata uang komplementer dan penyelesaian pertukaran komoditas di pasar digital global, merupakan pencapaian matematika yang luar biasa,” ujar Bilala, di Jakarta, Kamis (6/6/2024)..

Let’s Coin beroperasi di bawah Blockchain Trust, serta terdaftar dalam Blockchain Registry di Amerika Serikat sebagai Organisasi Let’s Coin dan juga Bank Blockchain. Saat ini, Let’s Coin terdaftar di jaringan Polygon melalui blockchain Metamusk. Di tingkat lokal, Let’s Coin juga memiliki kontrak dengan PT Gudang Krypto Indonesia.

Selain itu, mata uang komplementer ini juga telah mendapatkan dukungan perbankan dari Deutsche Bank Jerman dan ABC Bank sebagai bank kustodian lokal.

Baca Juga:
Startup Energi Terbarukan Xurya Lolos Sertifikasi B Corp

Dr. Thana Balan, Banyan Investment Banking Group, Mitra Modal Internasional menambahkan bahwa mata uang komplementer mulai diterima oleh komunitas pengguna platform ini untuk memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan keuangan mereka baik dalam proyek domestik dan internasional, terutama di sektor energi serta berbagai inisiatif transformasi sosial ekonomi global.

"Kami menciptakan sejarah baru dengan mengimplementasikan Sistem Rantai Blok Mata Uang Komplementer untuk memenuhi kebutuhan pendanaan proyek yang dipilih, menggunakan Let’s Coin sebagai mode penyelesaian pembayaran," ungkapnya.

SHARE:

Perangkat-perangkat Baru Samsung Bakal Diumumkan di Olimpiade Paris

Volkswagen Punya Teknologi ChatGPT, Pengemudi Bisa Ngobrol dengan Mobil