Bank Sentral Selandia Baru Kena Bobol Hacker

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Bank sentral Selandia Baru menyebut salah satu sistem datanya telah diretas pada pekan lalu. Dikatakan bahwa aksi peretasan ini berpotensi kebocoran informasi sensitif secara komersial dan pribadi.

Pihak bank mengkonfirmasi, sistem yang diretas merupakan layanan berbagi file pihak ketiga. Namun saat ini telah dilakukan tindakan pengamanan sistem dan fungsi bank sudah berjalan normal.

“Fungsi inti bank tetap sehat dan berjalan normal. Kami bekerja sama dengan ahli keamanan siber domestik dan internasional serta otoritas terkait untuk mengatasi masalah ini,” ujar Gubernur Adrian Orr, dikutip CNBC, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga:

Hacker Penyerang Perusahaan Vaksin Covid-19 Akhirnya Terungkap


Lebih lanjut Adrian menyebut investigasi masih terus berjalan hingga saat ini, dan selama investigasi ini berlangsung, sistem akan dimatikan sampai semuanya dinyatakan benar-benar aman.

“Butuh waktu untuk memahami implikasi dari pelanggaran dan kami bekerja dengan pengguna sistem yang kemungkinan informasinya bisa diakses,” pungkasnya.

Tidak jelas kapan serangan siber ini menghujam sistem dan siapa aktor dibaliknya. Hingga berita ini dimuat, pihak bank sendiri belum memberikan informasi secara mendalam.

Baca Juga:

Dihujani Serangan Siber, AS Tuding Dalangnya Rusia


Namun Dave Parry, profesor ilmu komputer di Universitas Auckland, yakin bahwa pemerintah lain lah yang menjadi dalangnya. Hal ini dikatakan lewat siaran radio baru-baru ini.

“Jika Anda datang dari perspektif kriminal yang rendah, pemerintah tidak akan membayar atau apapun itu, jadi Anda akan tertarik kemungkinan ini datang dari level pemerintah ke pemerintah,” katanya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories