Begini Cara Kerja Mobil Tanpa Pengemudi

Ilustri kerja mobil otomatis (source: Venggage)

Technologue.id, Jakarta – Ide manusia untuk menghadirkan kendaraan seperti yang bisa berjalan sendiri tanpa ada campur tangan pengemudi nampaknya akan segera terealisasikan. Dan, penduduk kota London di Inggris akan menjadi yang pertama dalam menikmati bukti lain dari kemajuan teknologi umat manusia tersebut.

Sayangnya, banyak orang yang merasa kendaraan tanpa pengemudi itu cukup berbahaya, yang disebabkan oleh kecelakaan mobil tanpa awak besutan Google ketika menjalani uji coba pada akhir September tahun lalu. Guna menurunkan kekhawatiran penduduk London, Profesor Nick Reed selaku pemimpin proyek angkutan otomatis di Inggris menjelaskan cara kerja dari produk ciptaannya di sebuah video bersama CNN (30/4/2017).

Nick menjelaskan, dasar dari teknologi angkutan otomatis ciptaannya tersebut adalah pengaturan perbedaan jarak, dan berpacu kepada kemampuan penglihatan yang dimilikinya. “Adapun kunci keberhasilan dari angkutan otomatis tersebut adalah pemetaan area yang menggunakan teknologi laser 3D, lalu disimpan ke dalam komputasi yang ada di dalamnya untuk mencapai tujuannya,” terang Nick.

Untuk menyempurnakan kemampuan dari angkutan otomatis ciptaannya, Nick menggunakan teknologi tambahan berupa software dan sensor, yang diterimanya dari sebuah perusahaan bernama Oxspotica. “Untuk melalui area yang belum masuk ke pemetaan kami, seperti Greenwich, maka untuk tetap dapat bekerja kendaraan tersebut membutuhkan perangkat lunak serta sensor tambahan, yang kami dapat dari Oxspotica,” jelas Nick.

Pada awal perbincangan, Nick menjelaskan jika produk ciptaannya ini tidak ditujukan sebagai alat transportasi pengganti dari bis ataupun kereta api, melainkan sebuah angkutan yang bisa mengantar manusia dari pemukiman menuju pusat transportasi. “Angkutan otomatis yang kami gunakan dalam uji coba ini telah dirancang untuk menghubungkan daerah pemukiman ke pusat transportasi dan komersial,” tuturnya.

Dengan kemampuan dari angkutan otomatis tersebut, dirinya berharap para lansia serta penyandang disabilitas mampu menuju ke lokasi-lokasi tersebut secara mandiri. Ditambah lagi, para pengguna kendaraan pribadi diharapkan akan mulai meninggalkan kendaraan pribadi mereka dan menggunakan angkutan otomatis, yang jauh lebih baik dan lebih aman.

Baca juga:

Ford: Mobil Cerdas Tak akan Laku hingga Tahun 2026

Ternyata, Makin Banyak Orang Beli Mobil Pintar

CEO Tesla: 10 Tahun Lagi Dunia Akan Diramaikan Kendaraan Otonom

loading...